Momen sahur penuh haru warga korban bencana Aceh Tamiang di huntara, potret ketegaran dan kebersamaan di tengah ujian.
Suasana sahur di hunian sementara di Aceh Tamiang menghadirkan kisah yang menyentuh. Di tengah keterbatasan pascabencana, warga tetap menjaga kebersamaan dan semangat menjalani Ramadan. Momen sederhana itu menjadi gambaran ketegaran serta harapan baru bagi para penyintas yang kini berjuang bangkit dari musibah.
Ikuti berita terbaru dan terpercaya yang kami sajikan hanya bisa anda baca di Aceh Indonesia.
Sahur Bersama Di Huntara Desa Bundar
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, melaksanakan sahur bersama warga terdampak banjir di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Kegiatan itu berlangsung di kawasan Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun untuk para penyintas. Sejak pukul 04.00 WIB, warga dari berbagai kelompok usia telah berkumpul di lapangan depan Huntara. Mereka duduk lesehan dengan tertib, sementara barisan pria dan perempuan dipisahkan.
Suasana kebersamaan terasa hangat meski dini hari masih menyisakan udara sejuk. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kehadiran menteri di tengah warga memberi kesan tersendiri bagi para penghuni Huntara. Mereka menyambutnya dengan antusias sekaligus penuh harapan.
Menu Sederhana, Kebersamaan Bermakna
Sekitar pukul 05.00 WIB, santap sahur dimulai dengan menu nasi dan aneka lauk sederhana. Meski tidak mewah, hidangan itu dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan. Bagi warga yang telah kehilangan banyak hal akibat banjir, kebersamaan jauh lebih berarti. Sahur bersama menjadi simbol keteguhan hati menghadapi masa sulit.
Setelah imsak, para penghuni Huntara bergegas mengambil air wudhu. Mereka kemudian melaksanakan salat Subuh berjamaah di lokasi yang sama. Ibadah bersama itu memperkuat rasa solidaritas antarwarga. Di tengah keterbatasan, semangat spiritual tetap terjaga.
Baca Juga: Api Mengamuk di Lambiheu! Satu Rumah Ludes, Delapan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Kondisi Warga Di Hunian Sementara
Warga mengaku telah tinggal di Huntara Kementerian PU selama kurang lebih dua pekan. Tempat tersebut menjadi hunian darurat pascabanjir yang melanda akhir November 2025. Tercatat terdapat 13 blok Huntara yang dihuni 156 kepala keluarga. Setiap blok diisi oleh keluarga yang sebelumnya terdampak genangan dan kerusakan rumah.
Meski telah menempati Huntara, sebagian warga lainnya masih bertahan di tenda pengungsian. Kondisi itu menjadi perhatian utama pemerintah untuk segera ditangani. Hunian sementara ini dirancang agar warga dapat tinggal dengan lebih layak. Fasilitas dasar disiapkan guna menunjang kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.
Aspirasi Dan Harapan Warga
Usai salat Subuh, perwakilan warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi. Mereka mengungkapkan rasa terima kasih atas pembangunan Huntara bagi korban bencana. Apresiasi juga disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap masyarakat terdampak. Warga menilai kehadiran Huntara membantu meringankan beban pascabencana.
Namun demikian, masih ada keluhan dari warga yang belum mendapatkan tempat. Mereka berharap proses relokasi dari tenda ke Huntara dapat dipercepat. Pemerintah mencatat berbagai masukan tersebut sebagai bahan evaluasi. Dialog terbuka diharapkan mampu mempercepat solusi yang dibutuhkan masyarakat.
Target Penyelesaian Sebelum Lebaran
Dody menyampaikan bahwa pihaknya melihat warga relatif bahagia meski ada sejumlah catatan. Salah satu fokus utama adalah memindahkan warga yang masih di tenda ke Huntara. Ia menargetkan seluruh penyintas dapat menempati hunian sementara sebelum Idulfitri. Upaya percepatan pembangunan terus dilakukan agar target tersebut tercapai.
Menurutnya, Kementerian PU juga diminta membangun empat titik Huntara tambahan. Langkah itu diambil untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal yang belum terpenuhi. Pemerintah optimistis seluruh proses dapat diselesaikan sesuai jadwal. Dengan demikian, warga dapat menyambut Lebaran dengan kondisi yang lebih layak dan aman.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama: www.detik.com
- Gambar Kedua: www.google.com