Di tengah ramainya aktivitas warung kopi di Banda Aceh, layanan pajak kini hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Program ini juga dirancang untuk memanfaatkan ruang publik yang sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari warga, sehingga proses pelayanan terasa lebih santai dan mudah dijangkau. Selain melayani pelaporan SPT, petugas juga memberikan pendampingan terkait sistem perpajakan terbaru agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan layanan digital. Simak selengkapnya hanya di Aceh Indonesia.
Layanan Pajak Hadir Di Tengah Aktivitas
Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP Pratama Banda Aceh) menghadirkan inovasi layanan pajak yang cukup unik dengan memanfaatkan ruang publik favorit masyarakat, yakni warung kopi. Program ini menjadi bagian dari pendekatan baru pelayanan publik yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh warga di Banda Aceh.
Melalui program bertajuk Pojok Pajak, petugas pajak hadir langsung di sejumlah warung kopi. Lokasi ini selama ini menjadi pusat interaksi sosial masyarakat Aceh. Kehadiran layanan ini tidak hanya memudahkan wajib pajak dalam melaporkan SPT tahunan. Selain itu, layanan ini juga memberikan akses edukasi perpajakan secara langsung. Semua dilakukan di lingkungan yang lebih santai dan mudah dijangkau.
Program ini berlangsung hingga 30 April 2026 dan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena menyatu dengan aktivitas harian warga tanpa harus datang ke kantor pelayanan pajak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Warung Kopi Jadi Pusat Layanan Pajak Sementara
Pemilihan warung kopi sebagai lokasi layanan pajak bukan tanpa alasan. Di Banda Aceh, warung kopi bukan sekadar tempat menikmati minuman, tetapi juga menjadi ruang publik penting untuk berdiskusi, bertemu, dan bertukar informasi. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh KPP Pratama Banda Aceh untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Beberapa titik warung kopi yang menjadi lokasi layanan antara lain berada di kawasan Lampaseh, Pango, Lambhuk, dan Beurawe. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena memiliki tingkat kunjungan yang tinggi setiap harinya, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan tanpa harus mengubah rutinitas mereka.
Dengan konsep ini, pelayanan pajak diharapkan menjadi lebih humanis dan tidak kaku. Masyarakat dapat berkonsultasi sambil menikmati suasana santai, sehingga proses administrasi perpajakan terasa lebih ringan dan tidak membebani.
Baca Juga: Tak Disangka! Pasangan Ini Diduga Jalankan Bisnis Konten Sensitif Secara Online
Layanan Tidak Hanya SPT
Selain melayani pelaporan SPT tahunan, program ini juga mencakup bantuan aktivasi sistem perpajakan terbaru yaitu Coretax. Sistem ini merupakan platform terintegrasi yang mulai menggantikan layanan DJP Online secara bertahap sejak 2025, sehingga wajib pajak perlu melakukan penyesuaian.
Pihak KPP Pratama Banda Aceh menekankan pentingnya aktivasi Coretax agar masyarakat tidak tertinggal dalam sistem administrasi perpajakan yang baru. Dengan adanya layanan langsung di warung kopi, proses adaptasi ini diharapkan menjadi lebih mudah dan cepat dipahami oleh wajib pajak.
Petugas yang hadir di lokasi juga memberikan pendampingan teknis secara langsung, mulai dari registrasi hingga penggunaan fitur-fitur dalam sistem Coretax. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesulitan masyarakat dalam menghadapi perubahan sistem digital perpajakan.
Tingkatkan Kepatuhan Pajak
Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Asrifal Handri Rangkuti, menjelaskan bahwa pendekatan layanan di warung kopi merupakan bagian dari strategi mendekatkan diri kepada masyarakat. Menurutnya, pajak bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga tentang komunikasi dan kedekatan antara pemerintah dan warga.
Ia menegaskan bahwa kehadiran layanan di ruang publik seperti warung kopi bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih terbuka dan tidak formal. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan menyelesaikan kewajiban perpajakan mereka tanpa tekanan.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pajak secara lebih efektif melalui pendekatan yang humanis. Dengan memanfaatkan budaya lokal yang kuat di Banda Aceh, layanan pajak di warung kopi menjadi inovasi yang mendekatkan birokrasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari detikcom
- Gambar kedua dari OkeZone News