Wamenkes mengungkap perkembangan signifikan terkait pemulihan fasilitas kesehatan di tiga provinsi Sumatra yang terdampak bencana besar.
Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menyebabkan kerusakan di banyak fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, sehingga akses pelayanan medis sempat terganggu.
Upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah hingga pertengahan Desember 2025 menunjukkan sejumlah fasilitas yang rusak sudah berhasil kembali beroperasi untuk melayani masyarakat di wilayah terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.
Kondisi Fasilitas Kesehatan di Aceh
Di Aceh, dampak bencana sangat luas, tetapi situasi layanan kesehatan menunjukkan kemajuan positif.
Wamenkes Benjamin menyatakan, dari total 65 rumah sakit di Aceh, sebanyak 62 rumah sakit telah beroperasional kembali dan memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.
Hanya tiga rumah sakit swasta yang sampai saat ini belum berfungsi karena kerusakan yang masih parah. Sementara itu, dari 305 puskesmas di Aceh, mayoritas sudah kembali melayani pasien, sedangkan 37 puskesmas belum beroperasi karena kerusakan berat dan tingginya endapan lumpur yang menghambat aktivitas layanan.
Pemerintah pusat bersama tenaga kesehatan dan unsur terkait terus memastikan bahwa fasilitas yang telah pulih dapat mempertahankan layanan secara berkelanjutan.
Upaya ini juga sejalan dengan distribusi obat-obatan pascabanjir yang menjadi prioritas mengingat risiko penyakit setelah banjir, seperti diare akibat kurangnya air bersih, masih mengancam warga terdampak.
Perkembangan Layanan Kesehatan di Sumatera Utara
Di Sumatera Utara, progres pemulihan fasilitas kesehatan juga menunjukkan tren positif. Menurut Wamenkes, pelayanan rumah sakit di provinsi ini telah sepenuhnya pulih.
Semua rumah sakit yang sempat terganggu kini kembali beroperasi dan melayani kebutuhan medis masyarakat.
Sedangkan untuk puskesmas, mayoritas juga sudah berfungsi kembali. Tetapi masih terdapat empat puskesmas yang belum dapat beroperasi karena kerusakan yang memerlukan perbaikan lebih lanjut.
Perbaikan ini tidak hanya tentang bangunan fisik. Tetapi juga tentang memastikan ketersediaan obat, tenaga medis, serta koordinasi yang baik di lapangan.
Untuk mempercepat pemulihan, Kemenkes telah menempatkan tim krisis atau crisis center di setiap provinsi terdampak agar koordinasi distribusi logistik, personel, dan dukungan medis dapat berjalan efektif.
Baca Juga: Kepala BNPB Tinjau Banjir Aceh Utara, Sumur Bor Segera Digali
Situasi Fasilitas Kesehatan di Sumatera Barat
Sumatera Barat menjadi contoh wilayah yang relatif lebih cepat pulih. Berdasarkan keterangan Wamenkes, semua fasilitas kesehatan di Sumbar, baik rumah sakit maupun puskesmas, telah kembali memberikan layanan secara normal.
Tidak ada lagi fasilitas utama yang mengalami gangguan signifikan dalam melayani pasien. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan di Sumbar dapat menjadi model dalam mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan pascabencana.
Keberhasilan ini juga didukung oleh mobilisasi cepat tenaga kesehatan, dukungan logistik yang memadai, dan koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Langkah ini diharapkan dapat memberi ruang bagi fokus jangka panjang terhadap pengendalian penyakit pascabanjir dan pemulihan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Tantangan dan Prioritas Tengah
Meskipun sebagian besar fasilitas kesehatan telah kembali beroperasi, sejumlah tantangan tetap harus diatasi. Kerusakan berat di beberapa fasilitas masih menghambat operasional penuh. Sehingga perlu dilakukan perbaikan dan penggantian peralatan medis yang rusak.
Selain itu, penyediaan obat-obatan lengkap. Terutama untuk mengatasi penyakit yang sering muncul setelah banjir. Masih menjadi fokus utama.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenkes bersama instansi terkait terus mengirimkan logistik dan tenaga kesehatan ke daerah terdampak untuk memastikan layanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Dengan dukungan dari pusat dan daerah, diharapkan seluruh fasilitas kesehatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat beroperasi normal, sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terdampak mendapatkan akses layanan medis yang layak dan berkelanjutan pascabencana.
- Gambar Utama dari waspadaaceh.com
- Gambar Kedua dari okezone.com