Tarmizi Sorot

  • |

    Banjir Aceh Utara Dua Bulan Berlalu, Wabup Angkat Bicara! Penanganan Lamban, Warga Makin Merana?

    Banjir bandang Aceh Utara dua bulan lalu masih meninggalkan dampak parah, sementara penanganan lamban membuat warga frustrasi.

     ​​Banjir Aceh Utara Dua Bulan Berlalu, Wabup Angkat Bicara! Penanganan Lamban, Warga Makin Merana?​​​

    Banjir bandang Aceh Utara dua bulan lalu meninggalkan duka, namun penanganan pascabanjir lamban mendapat sorotan. Wakil Bupati Tarmizi kecewa karena kondisi lapangan masih jauh dari harapan, mulai dari tumpukan material sisa banjir hingga pembangunan huntara yang belum signifikan, menunjukkan lambatnya upaya pemulihan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Penanganan Banjir Pascadua Bulan Yang Dinilai Lamban

    ​Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyoroti lambannya penanganan pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.​ Hingga dua bulan setelah bencana, sejumlah lokasi terdampak masih belum tertangani secara optimal. Kekhawatiran ini disampaikan langsung oleh Tarmizi di Kantor Bupati Aceh Utara.

    Tarmizi mengungkapkan bahwa tumpukan kayu dan material sisa banjir di Kecamatan Sawang hingga kini belum diangkut. Kondisi ini membuat area terdampak masih terlihat memprihatinkan, seolah penanganan baru sebatas pembersihan lumpur. Bahkan, di sekitar rumahnya sendiri, tumpukan kayu masih memenuhi area.

    Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga belum menunjukkan perkembangan signifikan. Ini menjadi masalah serius mengingat kebutuhan mendesak warga akan tempat tinggal yang layak. Lambatnya progres ini menghambat pemulihan psikologis dan ekonomi masyarakat.

    Kritik Terhadap Penanganan Material Dan Hunian Sementara

    Tarmizi secara khusus menyoroti tumpukan kayu yang masih berserakan di Kecamatan Sawang. Menurutnya, kondisi di sana masih sama seperti hari pertama banjir, menunjukkan minimnya upaya penanganan. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah baru.

    Selain persoalan material sisa banjir, Tarmizi juga mengkhawatirkan penyelesaian pembangunan huntara. Ia menilai, waktu yang tersisa menuju bulan Ramadan relatif singkat untuk menyelesaikan seluruh unit yang dibutuhkan warga. Secara realistis, tidak semua huntara bisa difungsikan sebelum Ramadan.

    Meski demikian, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disebut masih optimistis sebagian huntara dapat selesai dan difungsikan tepat waktu. Tarmizi menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BNPB agar proses pembangunan bisa dipercepat. Ini menunjukkan upaya kolaboratif untuk mempercepat pemulihan.

    Baca Juga: Bansos Banjir Sumatera Cair Akhir Januari, Mensos Pastikan Langsung Ke Warga

    Data Korban Dan Harapan Bantuan Sebelum Ramadan

     ​​Data Korban Dan Harapan Bantuan Sebelum Ramadan​​​

    Pemerintah daerah telah merampungkan pendataan korban, baik korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur. Seluruh data tersebut telah diserahkan kepada BNPB sebagai dasar penanganan lanjutan. Proses pendataan yang akurat ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan yang tepat sasaran.

    Tarmizi berharap, seluruh bantuan bagi warga terdampak banjir dapat disalurkan sebelum Ramadan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas secara normal dan merayakan hari raya dengan lebih tenang. Percepatan penyaluran bantuan menjadi kunci pemulihan ekonomi dan sosial.

    Sebagai informasi, banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada 26 November 2025 tercatat menewaskan 246 orang. Sementara itu, lima orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Data ini menunjukkan skala bencana yang besar dan urgensi penanganan yang cepat dan komprehensif.

    Upaya Percepatan Dan Koordinasi Antarlembaga

    Wakil Bupati Tarmizi terus mendorong percepatan penanganan pascabanjir. Koordinasi intensif dengan BNPB menjadi salah satu strategi utama untuk mengatasi kendala yang ada. Tujuannya adalah agar target penyelesaian huntara dan penyaluran bantuan dapat tercapai sesuai harapan.

    Meskipun ada kendala, optimismenya tetap tinggi terhadap kemampuan BNPB dalam menyelesaikan tugasnya. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan BNPB, sangat penting dalam proses pemulihan ini. Sinergi yang baik akan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

    Komitmen untuk memastikan warga terdampak bisa kembali beraktivitas normal sebelum Ramadan menjadi prioritas. Ini bukan hanya tentang penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga pemulihan semangat dan harapan masyarakat Aceh Utara. Semua pihak diharapkan bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari ajnn.net
    • Gambar Kedua dari regional.kompas.com