PLN Bergerak Cepat Relokasi SUTT Demi Hindari Longsor Di Aceh Tengah
Ancaman longsor di Kabupaten Aceh Tengah berhasil diantisipasi oleh PLN melalui relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bireuen–Takengon.
Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus melindungi infrastruktur vital dari potensi bencana alam. Kecepatan dan efisiensi dalam penanganan relokasi ini menunjukkan komitmen PLN dalam melayani masyarakat.
Temukan berita dan informasi menarik serta terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.
Relokasi SUTT 150 KV Bireuen-Takengon
PLN dengan cepat menuntaskan proyek relokasi SUTT 150 kV Bireuen-Takengon yang melintasi Kabupaten Aceh Tengah. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipatif terhadap potensi longsor yang dapat mengancam stabilitas tiang listrik. Tim teknis bekerja tanpa henti, memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan.
Menurut Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, proses pemindahan jaringan dan menara SUTT berjalan tanpa hambatan berarti. Relokasi dilakukan dengan memindahkan menara dari lokasi awal ke titik yang berjarak sekitar 150 meter dari zona rawan longsor. Kecepatan pengerjaan ini patut diacungi jempol.
Lebih menariknya, pemindahan menara berhasil diselesaikan dua jam lebih cepat dari perkiraan awal. Hal ini menunjukkan koordinasi tim yang sangat baik dan perencanaan matang. Menara yang direlokasi adalah Tower SUTT Nomor 76, yang merupakan bagian krusial dari jaringan listrik Bireuen-Takengon, berlokasi di Desa Pondok Balik, Aceh Tengah.
Antisipasi Bencana Dan Penjagaan Keandalan Listrik
Tim teknis PLN menunjukkan dedikasi tinggi dengan bekerja intensif memindahkan jalur transmisi ke lokasi yang lebih aman. Mereka menggunakan menara darurat untuk memastikan kelancaran operasi. Relokasi ini merupakan tindakan preventif penting untuk mengantisipasi potensi bencana longsor yang dapat mengakibatkan gangguan pasokan listrik yang signifikan.
Selama proses pemindahan menara SUTT, PLN menerapkan manajemen beban atau pemadaman listrik sementara. Hal ini dilakukan di beberapa wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, untuk menjamin keamanan para pekerja dan kelancaran proses relokasi. Manajemen beban ini telah terencana dengan baik.
Manajemen beban dijadwalkan pada Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2), berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi cuaca. Namun, berkat kerja keras tim, pengerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga pasokan listrik di daerah tersebut dapat segera kembali normal, meminimalisir dampak pada masyarakat.
Baca Juga:Â Harga Barang & Jasa di Aceh Naik 6,69 Persen, Listrik dan Emas Jadi Penyebab
Komitmen PLN Untuk Pasokan Listrik Andal
Lukman Hakim menegaskan bahwa relokasi menara tegangan tinggi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen PLN. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama.
“PLN terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di Provinsi Aceh,” ungkap Lukman Hakim. Pemindahan menara jaringan listrik ini adalah langkah nyata dalam mengantisipasi berbagai gangguan yang mungkin timbul akibat potensi longsor, memastikan listrik tetap menyala di setiap rumah tangga.
Inisiatif proaktif seperti ini membuktikan bahwa PLN tidak hanya reaktif terhadap masalah, tetapi juga sangat antisipatif. Mereka berinvestasi dalam pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur demi keberlanjutan layanan listrik. Masyarakat dapat merasa lebih tenang dengan adanya langkah-langkah mitigasi bencana seperti ini.
Memitigasi Risiko Dan Menjamin Layanan
Langkah relokasi ini merupakan contoh konkret bagaimana PLN beradaptasi dengan kondisi geografis dan potensi bencana di Indonesia. Dengan memindahkan infrastruktur penting ke lokasi yang lebih aman, risiko gangguan pasokan listrik akibat longsor dapat diminimalisir secara signifikan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keandalan energi.
Kesigapan PLN dalam merespons ancaman longsor di Aceh Tengah ini patut diapresiasi. Kerja keras tim di lapangan, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, memastikan bahwa tantangan alam dapat dihadapi dengan solusi teknis yang tepat dan cepat. Ini menunjukkan profesionalisme dalam menjaga jaringan kelistrikan nasional.
Pada akhirnya, keberhasilan relokasi SUTT ini bukan hanya tentang memindahkan menara, tetapi juga tentang memberikan ketenangan bagi masyarakat. Dengan pasokan listrik yang lebih stabil dan aman dari ancaman longsor, aktivitas ekonomi dan sosial di Aceh Tengah dan sekitarnya dapat berjalan tanpa hambatan.
Selalu pantau berita terbaru seputar Aceh Indonesia dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar pertama dari aceh.antaranews.com
- Gambar Utama dari riaueditor.com