Korban Banjir

  • |

    Banjir Bandang di Bireuen, Warga Mengungsi Tanpa Kepastian

    Banjir bandang melanda Bireuen, membuat ratusan warga terpaksa mengungsi sementara tanpa kepastian kapan bisa kembali.

     Banjir Bandang di Bireuen, Warga Mengungsi Tanpa Kepastian​

    Banjir bandang di Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, menyisakan duka mendalam. Ratusan warga terpaksa bertahan di pengungsian karena rumah mereka terendam lumpur tebal. Setiap hari mereka membersihkan sisa banjir, namun setiap malam kembali menunggu bantuan agar bisa kembali hidup normal.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Nestapa Pengungsi Akibat Lumpur Dan Kerusakan Parah

    Hingga Sabtu (10/1/2026), ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, masih belum bisa pulang. Rumah mereka terendam lumpur pascabanjir bandang. Meskipun pada siang hari warga mencoba membersihkan rumah, namun kondisi yang belum memungkinkan membuat mereka harus bermalam di posko pengungsian.

    Lumpur tebal masih menutupi lantai dan dinding rumah, serta banyak perabotan rusak. Ini memaksa para korban untuk terus tinggal di pengungsian setiap malam. Posko pengungsian tersebar di berbagai lokasi, termasuk masjid, meunasah, dan tenda darurat yang didirikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Kondisi rumah yang dipenuhi lumpur dengan ketebalan menyulitkan proses pembersihan. Upaya pembersihan ini membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Warga terdampak terus berjuang di tengah keterbatasan untuk mengembalikan kondisi rumah mereka.

    Data Kerusakan Dan Desa Terdampak

    Banjir bandang ini mengakibatkan kerusakan parah pada pemukiman warga. Sebanyak 1.047 unit rumah rusak berat, 520 unit rusak sedang, dan 203 unit rusak ringan. Total ada 1.770 unit rumah yang terdampak di 21 desa wilayah Peusangan Siblah Krueng.

    Desa-desa yang paling parah terdampak antara lain Kubu yang dekat jembatan Pante Lhong, Rambong Payong, Pante Baro Gle Siblah, Dayah Baro, dan Pante Baro Kumbang. Desa-desa ini berada di sekitar aliran Sungai Krueng Peusangan, menjadikannya titik paling rawan saat banjir bandang.

    Menariknya, dari 21 desa yang terdampak, terdapat lima desa yang meskipun dihantam banjir bandang, tidak mengalami kerusakan rumah sama sekali. Fenomena ini menunjukkan adanya variasi dampak bencana yang mungkin disebabkan oleh faktor geografis atau topografi setempat.

    Baca Juga: Rumah Zakat Gandeng HIMPSI Kirim Relawan Psikososial Ke Aceh

    Tantangan Hidup di Pengungsian

     Tantangan Hidup di Pengungsian​

    Warga yang masih mengungsi berasal dari Pante Baro Buket Panjang, Pante Baro Gle Siblah, Pante Baro Kumbang, Kubu, Teupin Raya, dan Rambong Payong. Kondisi rumah mereka hingga kini masih dipenuhi lumpur yang sangat tebal, membuat proses pembersihan menjadi sangat sulit dan memakan waktu.

    Hidup di pengungsian menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, privasi yang kurang, hingga risiko kesehatan. Meskipun pemerintah dan relawan telah mendirikan posko dan menyalurkan bantuan, kebutuhan dasar para pengungsi masih sangat besar.

    Kebutuhan akan air bersih, sanitasi layak, makanan bergizi, dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama. Selain itu, dukungan psikososial juga penting untuk membantu warga menghadapi trauma akibat bencana. Masa depan pascabanjir masih menjadi pertanyaan besar bagi mereka.

    Langkah Penanggulangan Dan Harapan Pemulihan

    Camat Peusangan Siblah Krueng terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan pascabanjir. Upaya pembersihan lumpur dan perbaikan rumah menjadi fokus utama. Bantuan dari pemerintah daerah dan pusat sangat diharapkan untuk meringankan beban para korban.

    Pembangunan hunian sementara (huntara) juga menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan untuk korban yang rumahnya rusak parah. Namun, seperti yang terjadi di Aceh Timur, pembangunan huntara membutuhkan uji geologi dan perencanaan yang matang agar aman dan berkelanjutan.

    Semoga dengan kerjasama semua pihak, warga Peusangan Siblah Krueng dapat segera pulih dari bencana ini. Mereka berharap bisa kembali ke rumah yang layak dan melanjutkan kehidupan normal. Solidaritas dan bantuan terus mengalir untuk meringankan penderitaan para korban banjir bandang ini.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari aceh.tribunnews.com
    • Gambar Kedua dari aceh.tribunnews.com