Kepala SMA di Aceh Apresiasi Tim Polri Beri Layanan Pemulihan Trauma
Sebuah sekolah menengah atas di Aceh menjadi salah satu lokasi pelaksanaan layanan pemulihan trauma yang diberikan oleh tim Kepolisian RI.
Kehadiran tim Polri ini bertujuan membantu siswa dan tenaga pendidik yang terdampak peristiwa traumatis, baik akibat bencana alam maupun kejadian sosial yang menimbulkan tekanan psikologis.
Program pemulihan trauma tersebut disambut positif oleh pihak sekolah karena dinilai memberikan dampak nyata terhadap kondisi mental para siswa.
Kepala SMA setempat menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian dengan pendekatan humanis memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi siswa.
Lingkungan sekolah yang sempat diliputi kecemasan perlahan kembali kondusif setelah adanya pendampingan psikologis yang dilakukan secara terstruktur. Program ini menunjukkan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan dan sosial.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.
Peran Tim Polri Dalam Pendampingan Pemulihan
Tim Polri yang diterjunkan dalam program ini terdiri dari personel yang memiliki kompetensi dalam pendampingan psikososial.
Mereka melakukan pendekatan persuasif kepada siswa melalui kegiatan interaktif yang bertujuan mengurangi rasa takut, cemas, dan stres. Pendampingan dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan usia remaja, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Selain kepada siswa, pendampingan juga diberikan kepada guru dan staf sekolah. Hal ini penting karena tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif.
Tim Polri berupaya membangun komunikasi yang terbuka agar seluruh warga sekolah merasa didukung dan tidak sendirian dalam menghadapi dampak psikologis yang muncul akibat peristiwa traumatis.
Apresiasi Kepala Sekolah Terhadap Pendekatan Humanis
Kepala SMA di Aceh tersebut secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Polri yang dinilai cepat dan tepat sasaran. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak bersifat kaku, melainkan penuh empati dan kepedulian.
Hal ini membuat siswa lebih mudah terbuka dan berani mengekspresikan perasaan mereka, yang menjadi bagian penting dalam proses pemulihan trauma.
Ia juga menilai bahwa kehadiran Polri di sekolah dengan misi kemanusiaan memberikan contoh positif bagi para siswa tentang peran negara dalam melindungi warganya.
Pendekatan ini membantu menghilangkan stigma negatif dan memperkuat kepercayaan generasi muda terhadap institusi kepolisian. Kepala sekolah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain yang membutuhkan.
Baca Juga: Banjir Aceh Tamiang, Lima Alat Berat Dikerahkan Untuk Bersihkan Sekolah
Dampak Positif Bagi Siswa
Seiring berjalannya program pemulihan trauma, perubahan positif mulai terlihat di lingkungan sekolah. Siswa yang sebelumnya menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan penarikan diri perlahan kembali aktif dalam kegiatan belajar. Interaksi sosial antar siswa juga mulai membaik, menciptakan suasana kelas yang lebih hidup dan kondusif.
Guru-guru merasakan manfaat langsung dari pendampingan tersebut karena proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan lebih efektif.
Dengan kondisi psikologis siswa yang semakin stabil, fokus terhadap pelajaran meningkat. Sekolah pun dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara normal tanpa dibayangi rasa cemas yang berlebihan.
Harapan Keberlanjutan Program Pemulihan Trauma
Pihak sekolah berharap layanan pemulihan trauma yang dilakukan oleh Polri tidak bersifat sementara, melainkan menjadi bagian dari program berkelanjutan dalam penanganan dampak psikologis di dunia pendidikan.
Kolaborasi antara sekolah, aparat keamanan, dan instansi terkait dinilai sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat secara mental.
Kepala SMA tersebut menegaskan bahwa pemulihan trauma merupakan proses yang membutuhkan waktu dan konsistensi.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.
Apresiasi yang diberikan kepada tim Polri menjadi cerminan bahwa pendekatan humanis dan kepedulian sosial memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan serta memperkuat ketahanan mental masyarakat, khususnya di kalangan pelajar di Aceh.
- Gambar Utama dari waspadaaceh.com
- Gambar Kedua dari okezone.com

