Menteri Kesehatan soroti peran penting relawan dalam memulihkan trauma anak-anak korban bencana di Aceh, melalui kegiatan bermain, bercerita.
Menkes menekankan dukungan pemerintah dengan tenaga psikolog dan fasilitas kesehatan mental agar pemulihan berjalan optimal. Program ini diharapkan menjadi model pemulihan trauma anak pasca-bencana bagi daerah rawan bencana lainnya, sekaligus memberikan harapan bagi orang tua dan masyarakat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.
Menkes Soroti Upaya Relawan Pulihkan Trauma Anak Aceh
Menteri Kesehatan (Menkes) RI menyoroti pentingnya pemulihan psikologis anak-anak yang terdampak bencana alam di Aceh. Dalam kunjungannya ke sejumlah posko penanganan bencana, Menkes menekankan peran relawan yang memberikan pendampingan trauma agar anak-anak bisa kembali merasa aman dan nyaman.
“Kami melihat anak-anak yang selamat dari bencana membutuhkan perhatian khusus, tidak hanya fisik tetapi juga mental dan emosional,” ujar Menkes saat berdialog dengan relawan dan keluarga korban, Sabtu (4/1/2026). Konseling sangat penting untuk membantu mereka mengatasi rasa cemas, trauma, serta membangun kembali rasa aman dan percaya diri,” tambah Menkes.
Menkes mengapresiasi kerja keras tim relawan yang membantu anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif dan rekreasi, sekaligus memberikan konseling psikologis. Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengurangi kecemasan dan ketakutan pasca-bencana.
Relawan Bantu Anak Pulih dari Trauma
Para relawan di Aceh mengimplementasikan metode pemulihan trauma melalui kegiatan bermain, bercerita, dan seni kreatif. Aktivitas ini bertujuan membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka setelah mengalami kejadian traumatis.
Seorang relawan, Siti Nur, menjelaskan bahwa anak-anak kerap menunjukkan gejala cemas, takut, atau sulit tidur setelah bencana. “Kami menggunakan teknik bermain dan bercerita untuk membuat mereka nyaman dan kembali percaya diri,” katanya.
Selain itu, relawan juga melakukan sesi konseling kelompok dengan pendekatan psikologi anak. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi anak untuk saling berbagi pengalaman, sehingga mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi trauma.
Baca Juga: Praja IPDN Diterjunkan Ke Aceh Tamiang, Prioritas Utama: Pemerintahan Pulih Cepat
Dukungan Pemerintah dan Kesehatan Mental
Menkes menegaskan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh program pemulihan psikologis pasca-bencana. Kementerian Kesehatan menyalurkan tenaga psikolog, tenaga medis, serta logistik untuk mendukung kegiatan relawan di lapangan.
“Kami menyiapkan fasilitas layanan kesehatan mental sementara di beberapa posko. Anak-anak dapat berkonsultasi dengan psikolog secara gratis,” ujar Menkes.
Selain itu, pelatihan bagi relawan dan tenaga medis terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mereka menangani trauma anak. Pemerintah berharap pendekatan ini bisa menjadi model bagi daerah lain yang rawan bencana.
Dampak Positif dan Harapan Masyarakat
Hasil pendampingan trauma menunjukkan perubahan positif pada anak-anak. Banyak anak yang sebelumnya cemas dan takut kini mulai berinteraksi dengan teman-teman dan mengikuti kegiatan belajar maupun bermain di posko.
Orang tua mengaku bersyukur dengan adanya dukungan psikologis ini. “Anak saya sekarang bisa tidur lebih tenang dan bermain seperti biasa. Kami sangat berterima kasih kepada relawan dan pemerintah,” kata seorang orang tua korban bencana.
Menkes berharap pendekatan holistik ini terus dijalankan agar anak-anak bisa pulih sepenuhnya dari trauma. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya relawan dan pemerintah agar pemulihan psikologis pasca-bencana bisa berjalan optimal.
Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari health.detik.com
- Gambar Kedua dari jurnalbatam.id