Aceh Pascabencana, Mualem Ungkap Cara Pulihkan Ekonomi Dan Infrastruktur
Gubernur Aceh, Mualem, menjelaskan strategi pemulihan pascabencana, menekankan pentingnya membangun ekonomi dan infrastruktur secara bersamaan.
Pemulihan pascabencana di Aceh membutuhkan strategi komprehensif dan terfokus. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menegaskan pemulihan harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur. Pandangan ini menawarkan perspektif lebih luas, melampaui pembangunan fisik, menuju keberlanjutan penghidupan masyarakat Aceh terdampak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.
Prioritas Utama, Ekonomi Dan Infrastruktur
Muzakir Manaf, Gubernur Aceh, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di Serambi Mekkah harus dimulai dengan memprioritaskan sektor ekonomi dan infrastruktur. Menurutnya, kedua sektor ini merupakan fondasi penting untuk mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak ke kondisi normal secepatnya.
“Kami meyakini bahwa pemulihan Aceh harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur agar penghidupan masyarakat serta akses wilayah dapat kembali normal,” ujar Mualem. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Jakarta.
Selain ekonomi dan infrastruktur, Mualem juga menyoroti pentingnya sektor perumahan dan sosial sebagai fondasi pembangunan kembali harapan dan masa depan masyarakat Aceh. Sinergi antara ketiga sektor ini dianggap krusial untuk pemulihan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Desakan Dukungan Pemerintah Pusat
Dalam rakor tersebut, Mualem secara khusus meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat. Dukungan ini sangat diperlukan agar proses transisi dari tanggap darurat menuju tahap pemulihan dapat berjalan optimal tanpa hambatan berarti.
Ia juga mengharapkan penjelasan detail dari Pemerintah Pusat mengenai mekanisme penanganan pascabencana, termasuk tahapan penugasan serta dukungan sektoral yang akan diberikan kepada Pemerintah Aceh. Hal ini penting untuk memastikan keselarasan dan efektivitas program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Mualem mengungkapkan kekhawatiran akan optimalisasi dukungan nasional jika masa transisi tidak dikelola dengan baik. Masa tanggap darurat yang belum sepenuhnya berakhir sementara Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) harus segera ditetapkan, menimbulkan urgensi akan kejelasan mekanisme dukungan.
Baca Juga: Miris! Jembatan Rusak di Aceh, Siswa Terpaksa Naik Rakit ke Sekolah
Tantangan Transisi Dan Kebutuhan Mendesak
Masa transisi dari tanggap darurat menuju tahap pemulihan menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Aceh. Hingga saat ini, masih banyak wilayah terdampak yang penanganannya belum tuntas, menambah kompleksitas dalam upaya rehabilitasi.
Kekhawatiran Mualem semakin diperparah dengan akan masuknya bulan suci Ramadhan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat signifikan. Situasi ini menuntut percepatan penanganan dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah pusat untuk memastikan kesejahteraan warga.
Selain itu, Mualem juga menyoroti pentingnya kebijakan distribusi BBM yang stabil dan pembangunan infrastruktur jalan tol. Kedua hal ini vital untuk mendukung mobilitas warga dan memperlancar roda perekonomian pascabencana.
Visi Jangka Panjang Untuk Aceh Yang Lebih Baik
Visi pemulihan Aceh yang disampaikan Mualem tidak hanya berfokus pada solusi jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan jangka panjang yang berkesinambungan. Prioritas pada ekonomi dan infrastruktur merupakan investasi penting untuk masa depan Aceh yang lebih tangguh.
Dengan dukungan pemerintah pusat yang optimal dan sinergi antarlembaga, diharapkan Aceh dapat bangkit lebih kuat dari dampak bencana. Pemulihan ini bukan hanya tentang membangun kembali yang hancur, tetapi juga menciptakan fondasi yang lebih kokoh untuk pembangunan berkelanjutan.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kemiskinan baru dan memastikan bahwa seluruh masyarakat Aceh dapat kembali menjalani kehidupan yang normal dan produktif. Ini adalah komitmen untuk mewujudkan Aceh yang sejahtera dan berdaya.
Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari aceh.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari westjavatoday.com