Kondisi Tak Kunjung Membaik, Penyintas Bireuen Desak Kepastian Huntap

Kondisi Tak Kunjung Membaik, Penyintas Bireuen Desak Kepastian Huntap

Bagikan

Harapan akan hunian layak kembali menguat di kalangan penyintas bencana di Bireuen yang masih bertahan di pengungsian sementara.

Kondisi Tak Kunjung Membaik, Penyintas Bireuen Desak Kepastian Huntap

Setelah berbulan-bulan tinggal di pengungsian dengan fasilitas terbatas, mereka mulai merasakan dampak yang semakin berat, baik dari sisi kenyamanan, kesehatan, maupun psikologis. Ketidakpastian waktu pembangunan hunian membuat para penyintas merasa perlu adanya langkah nyata dan percepatan di lapangan agar mereka dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menjalani kehidupan secara normal seperti sebelumnya. Simak selengkapnya hanya di .

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVELIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Penyintas Bencana Bireuen Desak Percepatan

Sejumlah penyintas bencana hidrometeorologi di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, menyuarakan harapan besar agar pembangunan hunian tetap (huntap) dapat segera dipercepat. Mereka menilai kebutuhan tempat tinggal yang layak saat ini menjadi hal paling mendesak setelah kehilangan rumah akibat bencana banjir bandang.

Para warga yang kini tinggal di barak pengungsian mengaku kondisi tersebut tidak dapat berlangsung dalam jangka panjang. Keterbatasan ruang, fasilitas, serta kenyamanan membuat mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera mempercepat proses pembangunan hunian permanen yang telah direncanakan.

Desakan ini muncul karena sebagian besar penyintas telah menunggu kepastian lebih dari tiga bulan sejak bencana terjadi pada akhir November 2025. Mereka berharap proses pembangunan tidak lagi mengalami keterlambatan agar kehidupan bisa kembali normal.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Kondisi Pengungsian Yang Serba Terbatas

Saat ini sekitar 200 jiwa dari 45 kepala keluarga masih tinggal di barak hunian sementara yang dibangun oleh lembaga kemanusiaan. Kondisi barak tersebut cukup sederhana, dengan ukuran kamar yang kecil dan dihuni lebih dari tiga orang dalam satu ruangan, bahkan beberapa kamar diisi hingga lima orang.

Keterbatasan ruang ini membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman. Privasi hampir tidak ada, sementara kondisi kesehatan dan psikologis warga juga mulai terpengaruh akibat tinggal dalam lingkungan yang padat dan serba terbatas.

Meski demikian, para penyintas tetap berusaha bertahan dengan bantuan logistik yang diberikan pemerintah dan lembaga kemanusiaan. Namun mereka menilai bantuan tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang, terutama terkait tempat tinggal yang layak.

Baca Juga: Aceh Gempar! Dokter Perempuan di Gayo Lues Tewas Dibunuh Tetangga, Motif Masih Misterius

Janji Pembangunan Huntap

Janji Pembangunan Huntap

Salah satu penyintas, Dede Hermanto, menegaskan bahwa lahan untuk pembangunan hunian tetap sebenarnya sudah tersedia. Ia berharap tidak ada lagi alasan untuk menunda proses pembangunan yang telah lama dinantikan oleh warga terdampak.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah realisasi nyata di lapangan, bukan sekadar rencana. Warga menginginkan kepastian agar tidak terus hidup dalam ketidakpastian di pengungsian yang serba terbatas.

Penyintas lainnya, Saipul Huri, juga menyampaikan bahwa meskipun bantuan logistik sudah diterima, banyak janji lain seperti bantuan rumah rusak dan stimulan ekonomi yang belum terealisasi sepenuhnya. Hal ini menambah beban psikologis para korban yang masih berusaha bangkit dari dampak bencana.

Komitmen Pemerintah Desa

Keuchik Gampong Alue Kuta, Habibullah, menyampaikan bahwa lahan untuk pembangunan hunian tetap seluas sekitar 6.500 meter persegi sudah disiapkan. Lokasi tersebut diperuntukkan bagi 45 keluarga yang terdampak langsung bencana banjir bandang.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan hunian tetap akan dilakukan oleh lembaga kemanusiaan, yaitu Laznas Daarut Tauhid (DT) Peduli. Menurutnya, proses pembangunan sudah mulai direncanakan dan diharapkan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Habibullah juga menambahkan bahwa jenis rumah yang akan dibangun merupakan rumah tipe 36 berbentuk rumah panggung. Bahkan, prosesi peletakan batu pertama telah dilakukan sebagai tanda dimulainya tahapan pembangunan, meskipun warga masih menantikan percepatan pengerjaan di lapangan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari regional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari regional.kompas.com

More From Author

Kankemenhaj Lakukan Pembinaan Karom Dan Karu Calon Jamaah Haji!

Kankemenhaj Lakukan Pembinaan Karom Dan Karu Calon Jamaah Haji 2026 Di Aceh!

Bangga! Karya Warga Binaan Lapas Cirebon, 10 Ribu Hijab Dikirim ke Aceh

Bangga! Karya Warga Binaan Lapas Cirebon, 10 Ribu Hijab Dikirim ke Aceh