Pasca bencana di Aceh, sejumlah dayah mengalami kerusakan parah, mulai dari bangunan utama hingga fasilitas pengajaran.
Kerusakan ini membuat aktivitas pendidikan sehari-hari terganggu. Santri tetap mengikuti pembelajaran, meski dengan fasilitas yang sangat terbatas. Banyak dayah harus memanfaatkan kantor atau ruang yang masih utuh untuk kegiatan belajar-mengajar. Ikuti berita terbaru dan terpercaya yang kami sajikan hanya bisa anda baca di Aceh Indonesia.
Upaya Pemerintah Aceh
Dinas Pendidikan Dayah Aceh tengah melakukan pendataan dayah terdampak bencana. Proses ini bertujuan mengajukan tambahan dana rehabilitasi ke pemerintah pusat. Data mencakup kondisi fisik bangunan dan estimasi anggaran perbaikan setiap dayah.
APBA 2026 tersedia sebagai sumber dana awal, namun tidak mencukupi untuk menutup seluruh kerusakan. Saat ini, dana sedang melalui tahap administrasi dan kontrak sebelum disalurkan. Pemerintah Aceh berharap tambahan dari pusat bisa menutupi kekurangan tersebut.
Langkah ini dianggap strategis agar dayah yang terdampak bisa segera beroperasi normal. Keterlibatan pemerintah pusat diharapkan mempercepat proses rehabilitasi. Hal ini juga menjaga keberlanjutan pendidikan santri pasca bencana.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Kondisi Santri Dan Pembelajaran
Meskipun kondisi bangunan rusak parah akibat bencana, para santri tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran secara rutin. Banyak dayah menyesuaikan metode pengajaran dengan fasilitas yang tersisa, memanfaatkan ruang kantor dan gedung yang masih layak pakai. Beberapa santri juga diberikan keringanan biaya bulanan, bahkan ada yang digratiskan sepenuhnya agar tidak terbebani pasca bencana.
Pendekatan ini dilakukan agar pendidikan tidak terhenti dan tetap berjalan lancar meski sarana terbatas. Dayah memprioritaskan kelangsungan belajar, sambil memberikan pendampingan sosial dan motivasi untuk menjaga semangat belajar santri. Para pengajar juga menyesuaikan jadwal dan metode pengajaran agar materi tetap tersampaikan dengan efektif.
Situasi ini menunjukkan komitmen tinggi dayah dalam mendukung pendidikan berkelanjutan di tengah kesulitan. Para pimpinan dan pengajar berupaya menjaga kualitas pendidikan agar tidak menurun, sambil mengedepankan solidaritas dan kebersamaan antar santri. Hal ini sekaligus membangun ketahanan mental santri menghadapi dampak bencana.
Baca Juga: Konsumsi BBM Aceh Timur Tiba-Tiba Naik 10 Persen, Apakah Stok Terancam Habis?
Proses Pengajuan Tambahan Dana
Kabid Umum dan Humas Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Luthfi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengajuan data dayah terdampak bencana ke pemerintah pusat. Permohonan ini mencakup kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk setiap dayah yang rusak, mulai dari bangunan pengajaran hingga fasilitas pendukung lainnya, agar seluruh sarana belajar dapat kembali berfungsi dengan baik.
Pendataan dilakukan secara rinci dan menyeluruh, mulai dari kerusakan ringan, sedang, hingga parah. Dari total 790 dayah terdampak, 145 di antaranya mengalami kerusakan parah yang membutuhkan perhatian mendesak dan anggaran tambahan yang signifikan. Estimasi biaya dihitung secara detail agar alokasi dana tambahan dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran untuk mempercepat pemulihan.
Tahap pengajuan ini diharapkan mampu mempercepat proses persetujuan dari pemerintah pusat sehingga perbaikan bangunan dayah bisa segera dilakukan. Kolaborasi yang solid antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program rehabilitasi ini. Dengan dukungan penuh, dayah-dayah yang terdampak bencana dapat kembali menjadi pusat pendidikan yang layak dan aman bagi para santri.
Harapan Dan Langkah Ke Depan
Dengan tambahan dana dari pemerintah pusat, dayah di Aceh diharapkan dapat kembali pulih secara menyeluruh. Rehabilitasi yang cepat akan memastikan santri kembali belajar di lingkungan yang aman dan nyaman.
Kolaborasi antar pihak, mulai dari pemerintah, pengelola dayah, hingga relawan, menjadi faktor penting. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan dana dan bantuan tepat sasaran. Keberhasilan ini juga akan menjadi model penanganan bencana di masa mendatang.
Selain perbaikan fisik, perhatian terhadap kelanjutan pendidikan dan kesejahteraan santri menjadi prioritas. Program ini diharapkan bisa mendorong pemulihan cepat, sekaligus memastikan pendidikan di Aceh tetap berkualitas dan berkelanjutan pasca bencana.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama: detik.com
- Gambar Kedua: detik.com