|

PLN Bergerak Cepat Relokasi SUTT Demi Hindari Longsor Di Aceh Tengah

Bagikan

Ancaman longsor di Kabupaten Aceh Tengah berhasil diantisipasi oleh PLN melalui relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bireuen–Takengon.

PLN Bergerak Cepat Relokasi SUTT Demi Hindari Longsor Di Aceh Tengah

Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus melindungi infrastruktur vital dari potensi bencana alam. Kecepatan dan efisiensi dalam penanganan relokasi ini menunjukkan komitmen PLN dalam melayani masyarakat.

Temukan berita dan informasi menarik serta terpercaya lainnya yang memperluas wawasan Anda hanya di .

Relokasi SUTT 150 KV Bireuen-Takengon

PLN dengan cepat menuntaskan proyek relokasi SUTT 150 kV Bireuen-Takengon yang melintasi Kabupaten Aceh Tengah. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipatif terhadap potensi longsor yang dapat mengancam stabilitas tiang listrik. Tim teknis bekerja tanpa henti, memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Menurut Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, proses pemindahan jaringan dan menara SUTT berjalan tanpa hambatan berarti. Relokasi dilakukan dengan memindahkan menara dari lokasi awal ke titik yang berjarak sekitar 150 meter dari zona rawan longsor. Kecepatan pengerjaan ini patut diacungi jempol.

Lebih menariknya, pemindahan menara berhasil diselesaikan dua jam lebih cepat dari perkiraan awal. Hal ini menunjukkan koordinasi tim yang sangat baik dan perencanaan matang. Menara yang direlokasi adalah Tower SUTT Nomor 76, yang merupakan bagian krusial dari jaringan listrik Bireuen-Takengon, berlokasi di Desa Pondok Balik, Aceh Tengah.

Antisipasi Bencana Dan Penjagaan Keandalan Listrik

Tim teknis PLN menunjukkan dedikasi tinggi dengan bekerja intensif memindahkan jalur transmisi ke lokasi yang lebih aman. Mereka menggunakan menara darurat untuk memastikan kelancaran operasi. Relokasi ini merupakan tindakan preventif penting untuk mengantisipasi potensi bencana longsor yang dapat mengakibatkan gangguan pasokan listrik yang signifikan.

Selama proses pemindahan menara SUTT, PLN menerapkan manajemen beban atau pemadaman listrik sementara. Hal ini dilakukan di beberapa wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, untuk menjamin keamanan para pekerja dan kelancaran proses relokasi. Manajemen beban ini telah terencana dengan baik.

Manajemen beban dijadwalkan pada Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2), berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi cuaca. Namun, berkat kerja keras tim, pengerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga pasokan listrik di daerah tersebut dapat segera kembali normal, meminimalisir dampak pada masyarakat.

Baca Juga: Harga Barang & Jasa di Aceh Naik 6,69 Persen, Listrik dan Emas Jadi Penyebab

Komitmen PLN Untuk Pasokan Listrik Andal

Komitmen PLN Untuk Pasokan Listrik Andal

Lukman Hakim menegaskan bahwa relokasi menara tegangan tinggi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen PLN. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama.

“PLN terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di Provinsi Aceh,” ungkap Lukman Hakim. Pemindahan menara jaringan listrik ini adalah langkah nyata dalam mengantisipasi berbagai gangguan yang mungkin timbul akibat potensi longsor, memastikan listrik tetap menyala di setiap rumah tangga.

Inisiatif proaktif seperti ini membuktikan bahwa PLN tidak hanya reaktif terhadap masalah, tetapi juga sangat antisipatif. Mereka berinvestasi dalam pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur demi keberlanjutan layanan listrik. Masyarakat dapat merasa lebih tenang dengan adanya langkah-langkah mitigasi bencana seperti ini.

Memitigasi Risiko Dan Menjamin Layanan

Langkah relokasi ini merupakan contoh konkret bagaimana PLN beradaptasi dengan kondisi geografis dan potensi bencana di Indonesia. Dengan memindahkan infrastruktur penting ke lokasi yang lebih aman, risiko gangguan pasokan listrik akibat longsor dapat diminimalisir secara signifikan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keandalan energi.

Kesigapan PLN dalam merespons ancaman longsor di Aceh Tengah ini patut diapresiasi. Kerja keras tim di lapangan, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, memastikan bahwa tantangan alam dapat dihadapi dengan solusi teknis yang tepat dan cepat. Ini menunjukkan profesionalisme dalam menjaga jaringan kelistrikan nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan relokasi SUTT ini bukan hanya tentang memindahkan menara, tetapi juga tentang memberikan ketenangan bagi masyarakat. Dengan pasokan listrik yang lebih stabil dan aman dari ancaman longsor, aktivitas ekonomi dan sosial di Aceh Tengah dan sekitarnya dapat berjalan tanpa hambatan.

Selalu pantau berita terbaru seputar dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari aceh.antaranews.com
  • Gambar Utama dari riaueditor.com

Similar Posts

  • |

    Bandara Jakarta Digegerkan Penyelundupan 1,9 Kg Sabu Dari Aceh

    Bagikan

    Petugas keamanan Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,9 kilogram.

    Bandara Jakarta Digegerkan Penyelundupan 1,9 Kg Sabu Dari Aceh

    NF alias SN, seorang pria asal Pidie, Aceh, ditangkap saat hendak terbang ke Jakarta. ​Penangkapan ini membuka tabir praktik penyelundupan narkoba yang melibatkan sindikat lintas provinsi dan menunjukkan betapa seriusnya ancaman narkoba di Indonesia.​

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.

    Kronologi Penangkapan Dan Modus Operandi

    Penangkapan terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 siang, ketika petugas Avsec Bandara Sultan Iskandar Muda memeriksa barang bawaan NF. Kecurigaan muncul setelah petugas menemukan bungkusan mencurigakan di dalam koper tersangka. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bungkusan tersebut dipastikan berisi sabu, membenarkan dugaan awal petugas.

    Dalam interogasi awal, NF alias SN mengakui perbuatannya dan mengungkapkan bahwa sabu tersebut adalah milik seseorang berinisial Muslim yang berada di Pidie. Pengakuan ini memberikan petunjuk awal mengenai jaringan di balik upaya penyelundupan tersebut. Tersangka juga mengaku diupah sebesar Rp 40 juta untuk melancarkan aksinya ini.

    Kasus ini kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. NF alias SN dan barang bukti sabu diamankan. Menandai keberhasilan petugas bandara dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah udara dari ancaman peredaran narkoba.

    Jejak Perjalanan Narkoba Dan Jaringan Pelaku

    Selama pemeriksaan, NF alias SN mengungkapkan bahwa ia mendapatkan sabu tersebut dari seorang rekan berinisial Si Wan di pinggiran kota Panton Labu, Aceh Utara, pada Selasa, 23 Desember 2025. Pengakuan ini memperjelas alur distribusi narkoba sebelum akhirnya sampai ke tangan tersangka untuk diselundupkan.

    Terungkap pula bahwa ini bukanlah kali pertama NF alias SN terlibat dalam penyelundupan narkoba. Ia mengaku telah berhasil membawa narkoba ke daerah berbeda sebanyak tiga kali sebelumnya. Keberhasilan NF dalam lolos di bandara-bandara berbeda menunjukkan adanya celah yang dimanfaatkan oleh jaringan narkoba.

    Pengakuan NF juga mengungkap bahwa ia pernah membawa 1,5 kg sabu dari Batam ke Mataram dengan upah Rp 40 juta atas perintah Muhammad Rizky. Selain itu, ia juga menyelundupkan 1 kg sabu dari Batam ke Surabaya atas suruhan Muslim dengan upah Rp 20 juta. Serta 2 kg sabu dari Pekanbaru ke Mataram dengan upah Rp 50 juta, juga atas suruhan Muslim.

    Baca Juga: Gempa M 4,0 Guncang Nagan Raya Aceh, Warga Sempat Panik

    Target Penyelundupan Dan Peran Jaringan

    Target Penyelundupan Dan Peran Jaringan

    Tujuan akhir dari penyelundupan sabu yang dilakukan NF alias SN adalah kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Mataram, dan Surabaya. Pola ini menunjukkan bahwa jaringan narkoba memiliki jangkauan operasi yang luas. Memanfaatkan rute penerbangan domestik untuk mendistribusikan barang haram mereka ke berbagai wilayah.

    Nama-nama seperti Muslim, Si Wan, dan Muhammad Rizky yang disebut oleh NF alias SN mengindikasikan adanya sindikat terorganisir di balik operasi ini. Masing-masing memiliki peran dalam menyediakan barang, mengatur pengiriman, hingga membayar kurir. Keterlibatan beberapa individu ini menyoroti kompleksitas jaringan narkoba yang beroperasi di Indonesia.

    Penyelidikan lebih lanjut oleh tim gabungan kepolisian saat ini difokuskan pada pengembangan kasus untuk mengidentifikasi dan menangkap dalang di balik jaringan tersebut. Ciri-ciri dari tiga nama yang disebut oleh NF alias SN telah diketahui dan mereka telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Ancaman Hukuman Dan Komitmen Pemberantasan

    Tersangka NF alias SN dijerat dengan Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Sub Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 115 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal-pasal ini menunjukkan keseriusan negara dalam memerangi kejahatan narkoba dengan ancaman hukuman yang berat.

    Ancaman hukuman untuk kejahatan narkoba ini tidak main-main, meliputi pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu, ada denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah, ditambah sepertiga. Hukuman berat ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.

    Kasus ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berani terlibat dalam peredaran narkoba. Komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya terus digaungkan. Kerjasama antara masyarakat dan aparat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman narkoba.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari voi.id
  • Momen Mengharukan! Prabowo Peluk Bocah Pengungsi dan Kuatkan Ibu-ibu di Aceh

    Bagikan

    Potret Presiden Prabowo Subianto memeluk bocah dan menguatkan ibu-ibu di pengungsian Aceh menjadi simbol empati dan kepemimpinan humanis.

    Prabowo Peluk Bocah Pengungsi Kuatkan Warga Aceh

    Momen kemanusiaan ditunjukkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat mengunjungi lokasi pengungsian korban bencana di Aceh. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tampak memeluk seorang bocah serta memberikan penguatan moril kepada para ibu yang terdampak bencana. Potret tersebut menyebar luas dan menuai perhatian publik.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.

    Kunjungan Prabowo ke Lokasi Pengungsian

    Prabowo mengunjungi lokasi pengungsian warga yang terdampak bencana di Aceh sebagai bagian dari agenda kemanusiaan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi para pengungsi serta memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

    Setibanya di lokasi, Prabowo disambut warga dengan antusias. Ia tampak menyusuri tenda-tenda pengungsian, menyapa warga satu per satu, dan berbincang dengan para korban bencana yang masih berusaha bangkit dari keterpurukan.

    Kehadiran Presiden secara langsung di lapangan memberikan pesan kuat bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Negara hadir untuk mendengarkan, memahami, dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

    Pelukan Hangat untuk Anak-anak Pengungsi

    Salah satu momen yang paling menyentuh adalah saat Prabowo memeluk seorang bocah pengungsi. Anak tersebut terlihat terdiam dan ketakutan, mencerminkan trauma akibat bencana yang baru saja dialami.

    Prabowo tampak berusaha menenangkan sang bocah dengan pelukan hangat dan kata-kata lembut. Gestur tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak korban bencana.

    Momen ini menjadi simbol penting bahwa penanganan bencana tidak hanya soal infrastruktur dan logistik, tetapi juga pemulihan mental, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma.

    Baca Juga: Aceh Timur Dilanda Banjir, Ratusan Warga Kembali Mengungsi

    Menguatkan Ibu-ibu di Tengah Kesulitan

    Menguatkan Ibu-ibu di Tengah Kesulitan

    Selain menyapa anak-anak, Prabowo juga meluangkan waktu berbincang dengan para ibu di pengungsian. Ia mendengarkan keluhan mereka terkait kondisi tempat tinggal, kebutuhan keluarga, dan kekhawatiran terhadap masa depan.

    Prabowo memberikan semangat dan penguatan agar para ibu tetap tabah menghadapi cobaan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya maksimal untuk membantu pemulihan dan memastikan warga bisa kembali hidup normal.

    Bagi para ibu, perhatian langsung dari Presiden menjadi suntikan semangat tersendiri. Mereka merasa didengar dan diperhatikan, bukan hanya sebagai korban bencana, tetapi sebagai bagian penting dari masyarakat.

    Simbol Kepemimpinan Humanis

    Potret Prabowo memeluk bocah dan menguatkan ibu-ibu di pengungsian mencerminkan gaya kepemimpinan yang humanis. Kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran dan empati.

    Banyak pihak menilai pendekatan ini penting dalam membangun kepercayaan publik. Di tengah situasi darurat, sentuhan kemanusiaan dari pemimpin negara mampu memberikan rasa aman dan harapan.

    Kepemimpinan humanis juga menjadi pesan bahwa negara hadir tidak hanya dalam bentuk struktur pemerintahan, tetapi juga melalui kepekaan terhadap penderitaan rakyat.

    Harapan Pemulihan Aceh Pasca Bencana

    Kunjungan Prabowo diharapkan menjadi awal dari percepatan pemulihan Aceh pasca bencana. Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi wilayah terdampak.

    Warga berharap perhatian yang ditunjukkan Presiden dapat berlanjut dalam bentuk kebijakan dan bantuan nyata. Pemulihan infrastruktur, ekonomi, serta dukungan psikososial menjadi kebutuhan utama pasca bencana.

    Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Aceh diharapkan mampu bangkit kembali. Semangat kebersamaan dan empati menjadi modal penting dalam menghadapi masa pemulihan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Utama dari detikNews
    2. Gambar Kedua dari detikNews
  • Mendikdasmen Pastikan Pendidikan Tetap Jalan Pasca Bencana Aceh Utara

    Bagikan

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan bahwa kegiatan pendidikan di Aceh Utara tetap berjalan meskipun wilayah tersebut terdampak bencana.

    Mendikdasmen Pastikan Pendidikan Tetap Jalan Pasca Bencana Aceh Utara
    Pemerintah membangun sekolah darurat sebagai solusi sementara agar siswa dapat melanjutkan proses belajar tanpa terputus. Selain memastikan keberlangsungan pembelajaran, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya dukungan psikologis bagi siswa serta guru yang terdampak.

    Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga hak pendidikan anak-anak hingga fasilitas sekolah permanen dapat dipulihkan sepenuhnya.

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan kunjungan ke Aceh Utara untuk meninjau langsung proses belajar mengajar di sekolah darurat yang diperuntukkan bagi siswa korban bencana.

    Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana alam.

    Sekolah darurat tersebut dibangun sementara setelah sejumlah fasilitas pendidikan rusak berat akibat bencana, sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar normal. Kehadiran Mendikdasmen disambut antusias oleh siswa, guru, serta masyarakat setempat.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.

    Kondisi Pendidikan Pasca Bencana

    Bencana alam yang melanda Aceh Utara menyebabkan kerusakan pada bangunan sekolah, sarana pembelajaran, serta akses menuju lokasi pendidikan.

    Banyak siswa terpaksa menghentikan kegiatan belajar selama beberapa waktu. Untuk mencegah ketertinggalan pembelajaran, pemerintah daerah bersama Kementerian Pendidikan membangun sekolah darurat berbentuk ruang kelas sementara.

    Meski dengan keterbatasan fasilitas, kegiatan belajar tetap berlangsung agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan. Guru-guru setempat juga beradaptasi dengan kondisi darurat demi menjaga semangat belajar para siswa.

    Dukungan Bagi Siswa Korban Bencana

    Dalam kunjungannya, Mendikdasmen memberikan motivasi langsung kepada para siswa agar tidak menyerah pada keadaan. Ia menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama meskipun berada dalam situasi sulit.

    Para siswa diajak untuk tetap bercita-cita tinggi serta percaya bahwa kondisi ini bersifat sementara. Kehadiran pimpinan kementerian di lokasi sekolah darurat memberikan dorongan psikologis bagi anak-anak yang sebelumnya mengalami trauma akibat bencana.

    Interaksi sederhana seperti berdialog serta menyapa siswa menjadi momen penting untuk memulihkan semangat mereka.

    Baca Juga: Kemendikdasmen Bagikan 30.500 Paket Alat Sekolah Untuk Siswa Korban Bencana Sumatera

    Peran Guru Dalam Situasi Darurat

    Peran Guru Dalam Situasi Darurat

    Guru memegang peran krusial dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah keterbatasan. Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada para pendidik yang tetap menjalankan tugas meskipun menghadapi tantangan besar.

    Guru tidak hanya mengajar materi akademik, tetapi juga memberikan pendampingan emosional kepada siswa. Mereka menyesuaikan metode pembelajaran agar tetap efektif di ruang darurat, termasuk penggunaan alat belajar sederhana.

    Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan kepada guru melalui pendampingan serta bantuan logistik pendidikan.

    Komitmen Pemerintah Memulihkan Sekolah

    Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah permanen di Aceh Utara. Mendikdasmen menyampaikan bahwa sekolah darurat hanya bersifat sementara hingga pembangunan kembali fasilitas pendidikan selesai.

    Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan dukungan kurikulum darurat agar proses belajar tetap relevan.

    Langkah ini diharapkan dapat menjamin hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal. Tetap pantau dan nikmati informasi menarik setiap hari, selalu terupdate dan terpercaya, hanya di .


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari waspadaaceh.com
    • Gambar Kedua dari okezone.com
  • Kasih Istri Membawa Harapan, Donorkan Ginjal Untuk Suami Di Banda Aceh

    Bagikan

    Cinta sejati seringkali diuji dalam kesulitan, dan kisah pasangan penuh haru di Banda Aceh benar-benar membuktikannya nyata.

    Kasih Istri Membawa Harapan, Donorkan Ginjal Untuk Suami Di Banda Aceh

    ​Seorang istri, dengan ketulusan hati yang luar biasa, tak ragu mendonorkan salah satu ginjalnya demi menyelamatkan nyawa sang suami yang menderita sakit.​ Momen mengharukan ini berhasil diwujudkan berkat kerja keras tim medis gabungan dari Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Cipto Mangunkusumo. Operasi transplantasi ginjal ini bukan hanya sebuah keberhasilan medis, tetapi juga simbol kekuatan cinta dan pengorbanan.

    Ikuti perkembangan terbaru Aceh Indonesia dan berbagai informasi menarik lainnya untuk menambah wawasan Anda.

    Keberhasilan Medis Yang Mengharukan

    Plt Direktur RSUDZA, dr. Hanif, dengan gembira mengumumkan keberhasilan operasi ini. “Alhamdulillah berdasarkan laporan langsung dari tim dokter, tindakan transplantasi ginjal keenam di RSUDZA berjalan dengan lancar,” kata dr. Hanif di Banda Aceh, Senin. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pelayanan kesehatan di Aceh.

    Transplantasi ginjal di RSUDZA sendiri telah dimulai sejak tahun 2016, menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menyediakan layanan kesehatan tingkat lanjut. Operasi kali ini menjadi yang keenam kalinya, dan yang paling istimewa karena melibatkan pasangan suami istri, di mana sang istri menjadi pahlawan bagi suaminya.

    Pihak RSUDZA berharap proses pemulihan pasangan suami istri ini berjalan lancar. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat mendorong kemandirian RSUDZA dalam melaksanakan transplantasi ginjal di masa mendatang, mengurangi ketergantungan pada pendampingan eksternal.

    Peran Tim Dokter Kompeten Dan Dukungan Fasilitas

    Prof. dr. Maimun Syukri, Guru Besar Nefrologi RSUDZA – FK USK dan Anggota Tim Transplantasi Ginjal, menegaskan bahwa operasi ini dilakukan oleh tim dokter yang sangat kompeten. Mereka telah terlatih dan berpengalaman dalam pelaksanaan cangkok ginjal sejak tahun 2016, memastikan standar medis yang tinggi.

    Tidak hanya tim dokter, fasilitas pendukung di RSUDZA juga dinilai sangat mumpuni untuk prosedur cangkok ginjal. Ketersediaan peralatan medis modern dan tenaga ahli menjadi kunci sukses dalam setiap operasi, memberikan rasa aman bagi pasien dan keluarga.

    Tim berharap pendampingan dari RSUP dr. Cipto Mangunkusumo dapat terus dilakukan hingga transplantasi ketujuh. Hal ini penting mengingat sempat adanya kekosongan aktivitas akibat pandemi Covid-19, yang memerlukan pemulihan dan penguatan kembali.

    Baca Juga: Masih Ada Desa Terisolir, Aceh Tengah Perpanjang Masa Tanggap Darurat

    Menuju Kemandirian Pelayanan

    Menuju Kemandirian Pelayanan

    Rencananya, setelah pelaksanaan transplantasi ginjal ketujuh yang dijadwalkan pada Maret 2026, Tim Cangkok Nasional (TKN) akan turun tangan. Mereka akan mengevaluasi kelayakan RSUDZA untuk melaksanakan transplantasi ginjal secara mandiri, tanpa pendampingan dari rumah sakit lain.

    Prof. dr. Maimun Syukri berharap penuh bahwa setelah evaluasi tersebut, RSUDZA dapat sepenuhnya mandiri. Kemandirian ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh, karena mereka tidak perlu lagi pergi ke luar daerah untuk mendapatkan layanan transplantasi ginjal.

    Keberhasilan cangkok ginjal ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, Pemerintah Aceh, dan manajemen rumah sakit. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Tanah Rencong.

    Komitmen Pemerintah Aceh Dan Apresiasi

    Asisten I Setda Aceh, Syakir, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam meningkatkan fasilitas kesehatan. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat di Tanah Rencong, menjadikan Aceh sebagai pusat pelayanan kesehatan yang handal.

    “Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim dokter Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUDZA) didampingi Tim RSUP dr Cipto Mangunkusumo di tengah masa tanggap darurat berhasil melaksanakan transplantasi ginjal pasangan suami istri,” kata Syakir. Apresiasi ini disampaikan dalam sebuah kegiatan yang turut dihadiri oleh Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya.

    Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa dengan kolaborasi dan dedikasi, tantangan medis dapat diatasi. Kisah pengorbanan istri dan keberhasilan tim medis ini menjadi inspirasi dan harapan baru bagi dunia kesehatan di Aceh.

    Selalu ikuti berita terbaru mengenai serta ragam informasi menarik yang memperluas wawasan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari aceh.antaranews.com
    • Gambar Kedua dari aceh.antaranews.com
  • |

    Banjir Bandang di Bireuen, Warga Mengungsi Tanpa Kepastian

    Bagikan

    Banjir bandang melanda Bireuen, membuat ratusan warga terpaksa mengungsi sementara tanpa kepastian kapan bisa kembali.

     Banjir Bandang di Bireuen, Warga Mengungsi Tanpa Kepastian​

    Banjir bandang di Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, menyisakan duka mendalam. Ratusan warga terpaksa bertahan di pengungsian karena rumah mereka terendam lumpur tebal. Setiap hari mereka membersihkan sisa banjir, namun setiap malam kembali menunggu bantuan agar bisa kembali hidup normal.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Nestapa Pengungsi Akibat Lumpur Dan Kerusakan Parah

    Hingga Sabtu (10/1/2026), ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, masih belum bisa pulang. Rumah mereka terendam lumpur pascabanjir bandang. Meskipun pada siang hari warga mencoba membersihkan rumah, namun kondisi yang belum memungkinkan membuat mereka harus bermalam di posko pengungsian.

    Lumpur tebal masih menutupi lantai dan dinding rumah, serta banyak perabotan rusak. Ini memaksa para korban untuk terus tinggal di pengungsian setiap malam. Posko pengungsian tersebar di berbagai lokasi, termasuk masjid, meunasah, dan tenda darurat yang didirikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Kondisi rumah yang dipenuhi lumpur dengan ketebalan menyulitkan proses pembersihan. Upaya pembersihan ini membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Warga terdampak terus berjuang di tengah keterbatasan untuk mengembalikan kondisi rumah mereka.

    Data Kerusakan Dan Desa Terdampak

    Banjir bandang ini mengakibatkan kerusakan parah pada pemukiman warga. Sebanyak 1.047 unit rumah rusak berat, 520 unit rusak sedang, dan 203 unit rusak ringan. Total ada 1.770 unit rumah yang terdampak di 21 desa wilayah Peusangan Siblah Krueng.

    Desa-desa yang paling parah terdampak antara lain Kubu yang dekat jembatan Pante Lhong, Rambong Payong, Pante Baro Gle Siblah, Dayah Baro, dan Pante Baro Kumbang. Desa-desa ini berada di sekitar aliran Sungai Krueng Peusangan, menjadikannya titik paling rawan saat banjir bandang.

    Menariknya, dari 21 desa yang terdampak, terdapat lima desa yang meskipun dihantam banjir bandang, tidak mengalami kerusakan rumah sama sekali. Fenomena ini menunjukkan adanya variasi dampak bencana yang mungkin disebabkan oleh faktor geografis atau topografi setempat.

    Baca Juga: Rumah Zakat Gandeng HIMPSI Kirim Relawan Psikososial Ke Aceh

    Tantangan Hidup di Pengungsian

     Tantangan Hidup di Pengungsian​

    Warga yang masih mengungsi berasal dari Pante Baro Buket Panjang, Pante Baro Gle Siblah, Pante Baro Kumbang, Kubu, Teupin Raya, dan Rambong Payong. Kondisi rumah mereka hingga kini masih dipenuhi lumpur yang sangat tebal, membuat proses pembersihan menjadi sangat sulit dan memakan waktu.

    Hidup di pengungsian menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, privasi yang kurang, hingga risiko kesehatan. Meskipun pemerintah dan relawan telah mendirikan posko dan menyalurkan bantuan, kebutuhan dasar para pengungsi masih sangat besar.

    Kebutuhan akan air bersih, sanitasi layak, makanan bergizi, dan layanan kesehatan menjadi prioritas utama. Selain itu, dukungan psikososial juga penting untuk membantu warga menghadapi trauma akibat bencana. Masa depan pascabanjir masih menjadi pertanyaan besar bagi mereka.

    Langkah Penanggulangan Dan Harapan Pemulihan

    Camat Peusangan Siblah Krueng terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan pascabanjir. Upaya pembersihan lumpur dan perbaikan rumah menjadi fokus utama. Bantuan dari pemerintah daerah dan pusat sangat diharapkan untuk meringankan beban para korban.

    Pembangunan hunian sementara (huntara) juga menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan untuk korban yang rumahnya rusak parah. Namun, seperti yang terjadi di Aceh Timur, pembangunan huntara membutuhkan uji geologi dan perencanaan yang matang agar aman dan berkelanjutan.

    Semoga dengan kerjasama semua pihak, warga Peusangan Siblah Krueng dapat segera pulih dari bencana ini. Mereka berharap bisa kembali ke rumah yang layak dan melanjutkan kehidupan normal. Solidaritas dan bantuan terus mengalir untuk meringankan penderitaan para korban banjir bandang ini.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari aceh.tribunnews.com
    • Gambar Kedua dari aceh.tribunnews.com
  • Akses Darat Terputus, Kemenag Aceh Besar Kirim 3 Ton Bantuan ke Gayo

    Bagikan

    Bencana alam yang melanda wilayah pegunungan Aceh kembali memutus akses darat menuju kawasan Aceh Besar Gayo.

    Akses Darat Terputus, Kemenag Aceh Besar Kirim 3 Ton Bantuan ke Gayo

    Longsor dan banjir bandang menyebabkan sejumlah ruas jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga distribusi logistik ke daerah terdampak menjadi terhambat.

    Kondisi ini memaksa berbagai pihak untuk mencari cara alternatif demi memastikan bantuan kemanusiaan tetap sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Aceh Indonesia.

    Langkah Cepat Kemenag Aceh Besar

    Menanggapi kondisi darurat ini, Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar bergerak cepat. Mereka menyiapkan bantuan sebanyak 3 ton yang terdiri dari berbagai kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras, air minum, makanan instan, dan kebutuhan pokok lainnya.

    Bantuan ini dipikul langsung oleh petugas dan tim relawan karena akses kendaraan tidak memungkinkan. Inisiatif ini menunjukkan respons cepat pemerintah daerah untuk memastikan bantuan tetap sampai ke tangan warga yang terdampak, meski dalam kondisi medan yang sulit.

    Karena kendaraan tidak dapat melintas, bantuan tersebut terpaksa diangkut secara manual. Para pegawai Kemenag bersama relawan memanggul dan menggotong bantuan melewati jalur darurat yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

    Langkah ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan bantuan tetap sampai meski menghadapi keterbatasan sarana dan risiko medan yang berat.

    Tantangan Penyaluran Bantuan

    Proses pengangkutan bantuan menuju Gayo bukan tanpa tantangan. Medan yang licin, jalur sempit, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi ujian tersendiri bagi para relawan. Mereka harus menempuh perjalanan berjam-jam sambil membawa beban berat demi mencapai titik-titik pengungsian.

    Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam misi kemanusiaan ini. Para relawan bekerja secara bergantian untuk mengurangi kelelahan, saling membantu ketika menghadapi rintangan, dan memastikan keselamatan bersama. Aksi ini mencerminkan nilai solidaritas yang kuat di tengah situasi bencana.

    Baca Juga: Wamenkes Ungkap Faskes Aceh–Sumut–Sumbar yang Kembali Beroperasi

    Bantuan Diharapkan Ringankan Beban Korban

    Bantuan Diharapkan Ringankan Beban Korban
    Bantuan tiga ton yang disalurkan Kemenag Aceh Besar diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Gayo yang terdampak bencana.

    Kebutuhan pangan menjadi prioritas utama mengingat aktivitas ekonomi dan distribusi logistik terhenti akibat terputusnya akses jalan. Selain itu, bantuan perlengkapan ibadah juga dinilai penting untuk mendukung ketenangan batin para korban.

    Warga setempat menyambut kedatangan bantuan dengan rasa haru dan syukur. Di tengah keterbatasan dan kesulitan, perhatian serta kepedulian dari berbagai pihak menjadi sumber kekuatan moral bagi masyarakat untuk bertahan dan bangkit dari bencana.

    Harapan Pemulihan Akses Kembali

    Meski kondisi jalan masih sulit, langkah cepat Kemenag Aceh Besar diharapkan bisa meringankan beban masyarakat Gayo. Selain itu, pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera membersihkan jalur utama agar akses darat dapat kembali normal.

    Selain penanganan darurat, perhatian terhadap pemulihan jangka panjang juga menjadi penting. Dukungan berkelanjutan, baik berupa bantuan logistik maupun pendampingan sosial.

    Diharapkan mampu membantu masyarakat Gayo kembali menjalani kehidupan secara normal. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam misi ini menjadi bukti bahwa solidaritas tetap hidup di tengah keterbatasan.

    Harapan warga adalah agar bantuan dan kebutuhan pokok terus mengalir, sambil menunggu pemulihan infrastruktur jalan. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana dan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga ketahanan daerah terdampak.

    Tetap pantau dan nikmati informasi menarik setiap hari, selalu terupdate dan terpercaya, hanya di .

    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari waspadaaceh.com
    • Gambar Kedua dari okezone.com