Aceh Bangkit: 70 Relawan BRI Peduli Bersihkan Sekolah Pascabencana

Bagikan

Pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, 70 relawan dari program BRI Peduli turun tangan untuk membantu proses pemulihan.

Aceh Bangkit: 70 Relawan BRI Peduli Bersihkan Sekolah Pascabencana

Fokus utama mereka kali ini adalah membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak banjir, sehingga aktivitas belajar-mengajar bisa kembali berjalan lancar. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak. Kami hadir untuk membantu masyarakat Aceh agar sekolah bisa segera digunakan oleh anak-anak, ujar Koordinator Relawan BRI Peduli.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

Sekolah Terdampak Banjir

Banjir yang terjadi beberapa minggu lalu telah menyebabkan kerusakan di banyak fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium. Material lumpur dan sampah menumpuk sehingga mengganggu kelancaran proses belajar.

Para guru dan siswa menyambut baik bantuan dari relawan. Mereka berharap dengan adanya pembersihan ini, anak-anak bisa kembali ke sekolah tanpa hambatan. “Kami senang sekali dengan bantuan relawan BRI Peduli. Sekolah bisa segera bersih dan aman untuk belajar,” ungkap salah satu kepala sekolah.

Dukungan ini menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana, tidak hanya untuk fisik bangunan, tetapi juga untuk semangat belajar siswa yang sempat terganggu akibat kondisi sekolah yang rusak.

Kegiatan Bersih-Bersih yang Terstruktur

Relawan BRI Peduli bekerja secara terstruktur, dimulai dari pembersihan halaman sekolah, ruang kelas, hingga fasilitas pendukung lainnya. Mereka menggunakan peralatan kebersihan dan strategi kerja tim agar proses bisa cepat dan efisien.

Selain membersihkan, relawan juga melakukan pengecekan fasilitas sekolah untuk memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan siswa. “Kami ingin memastikan sekolah tidak hanya bersih, tapi juga aman untuk digunakan,” jelas salah satu relawan.

Kegiatan ini melibatkan koordinasi dengan pemerintah lokal dan pihak sekolah, sehingga bantuan bisa tepat sasaran dan efektif dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Akhir Pelarian Pelaku! Dua Tersangka Pengeroyokan Ditangkap Polres Nagan Raya

Dampak Positif Bagi Masyarakat

aceh-pascabencana

Kehadiran relawan tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi juga memberi semangat bagi masyarakat sekitar. Warga melihat adanya upaya nyata dari berbagai pihak untuk membantu pemulihan pascabencana.

Anak-anak yang sebelumnya sempat libur karena banjir kini bisa kembali belajar dengan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Masyarakat pun berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi instansi lain untuk turut membantu pemulihan pascabencana di Aceh. Kolaborasi antara perusahaan, relawan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan.

Aceh Bangkit: Semangat Gotong Royong

Kegiatan bersih-bersih sekolah oleh 70 relawan BRI Peduli menjadi simbol kebangkitan Aceh pascabanjir. Semangat gotong royong dan kepedulian terlihat jelas dalam kerja sama antara relawan, sekolah, dan masyarakat.

Program ini juga menunjukkan bagaimana perusahaan dapat berperan aktif dalam tanggung jawab sosial, tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

Dengan adanya langkah-langkah pemulihan seperti ini, Aceh diharapkan bisa bangkit lebih cepat, anak-anak kembali belajar dengan nyaman, dan masyarakat semakin percaya bahwa solidaritas dapat mengatasi dampak bencana dengan efektif.

Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari Serambinews.com
  2. Gambar Kedua dari detik.com

Similar Posts

  • Aksi Nyata Polri! Polres Gayo Lues Bangun 4 Jembatan Gantung di Wilayah Bencana

    Bagikan

    Polres Gayo Lues membangun empat jembatan gantung di wilayah terdampak bencana untuk membuka akses warga yang terisolasi.

    Polres Gayo Lues Bangun 4 Jembatan Gantung

    Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satu langkah nyata datang dari Polres Gayo Lues yang membangun empat jembatan gantung di wilayah terdampak bencana alam. Pembangunan ini menjadi solusi cepat untuk memulihkan akses masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat rusaknya infrastruktur penghubung.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Wilayah Terisolasi Pascabencana

    Bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda Gayo Lues menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dasar. Sejumlah desa di wilayah pegunungan terputus aksesnya karena jembatan penghubung hanyut terbawa arus deras sungai.

    Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang berisiko tinggi, seperti menyeberangi sungai secara manual atau memutar melalui jalur hutan yang memakan waktu berjam-jam. Kondisi ini sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan warga yang membutuhkan layanan medis.

    Situasi darurat tersebut mendorong Polres Gayo Lues untuk bergerak cepat. Dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan mendesak masyarakat, pembangunan jembatan gantung dinilai sebagai solusi paling efektif dan efisien dalam waktu singkat.

    Inisiatif Polres Gayo Lues

    Pembangunan empat jembatan gantung ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Polres Gayo Lues dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Kapolres Gayo Lues menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga.

    Personel kepolisian terlibat langsung dalam proses pembangunan, mulai dari pengangkutan material hingga pemasangan konstruksi jembatan. Polres juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat agar pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran.

    Selain membuka akses fisik, kegiatan ini juga memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan pelindung dalam situasi darurat.

    Baca Juga: Geger Aceh! BNN Sita 100 Kg Sabu Dalam Operasi Senyap, Bandar Narkoba Terjaring!

    Proses Pembangunan Jembatan Gantung

    Proses Pembangunan Jembatan Gantung

    Pembangunan jembatan gantung dilakukan secara bertahap di beberapa titik yang dinilai paling krusial. Lokasi dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan warga dan tingkat kerusakan infrastruktur akibat bencana.

    Material jembatan diangkut secara manual karena sulitnya akses kendaraan berat ke lokasi. Personel Polres Gayo Lues bersama warga bahu-membahu membawa kabel baja, papan pijakan, serta perlengkapan lainnya menembus medan terjal dan licin.

    Meski menghadapi tantangan cuaca dan medan, pembangunan jembatan berhasil diselesaikan sesuai target. Jembatan gantung tersebut dirancang cukup kuat untuk dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga dapat menunjang aktivitas harian masyarakat.

    Manfaat Besar Bagi Masyarakat

    Keberadaan empat jembatan gantung ini memberikan dampak signifikan bagi kehidupan warga. Akses menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan kembali terbuka, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat perlahan pulih.

    Anak-anak sekolah tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai. Warga yang sebelumnya kesulitan menjual hasil pertanian kini dapat kembali mengangkut hasil panen ke pusat distribusi dengan lebih mudah.

    Masyarakat setempat menyambut baik langkah Polres Gayo Lues tersebut. Mereka menilai pembangunan jembatan gantung sangat membantu dan berharap ke depan jembatan permanen dapat segera dibangun oleh pemerintah.

    Sinergi Untuk Pemulihan Wilayah Bencana

    Pembangunan jembatan gantung ini menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antarinstansi dalam penanganan bencana. Kolaborasi antara Polres Gayo Lues, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.

    Polres Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Upaya ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

    Ke depan, diharapkan pembangunan infrastruktur permanen dapat segera direalisasikan agar akses warga semakin aman dan berkelanjutan. Sementara itu, jembatan gantung yang dibangun menjadi solusi penting dalam menjaga roda kehidupan masyarakat Gayo Lues tetap berjalan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari ANTARA News Aceh
    2. Gambar Kedua dari Pristiwa News
  • Bantuan Besar Langsa: Rp 6,08 Miliar untuk Pemulihan Korban Bencana

    Bagikan

    Langsa terima bantuan Rp 6,08 miliar untuk pemulihan korban bencana, mempercepat rehabilitasi rumah, fasilitas publik, dan aktivitas warga.

    Bantuan Besar Langsa: Rp 6,08 Miliar untuk Pemulihan Korban Bencana

    Rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur vital terdampak, memaksa masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi darurat. Pemerintah memastikan bantuan pascabencana diberikan secara tepat, dan kini Langsa menerima suntikan dana besar sebesar Rp 6,08 miliar untuk mendukung pemulihan korban serta infrastruktur yang terdampak.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Besaran dan Distribusi Dana Bantuan

    Pemerintah menyalurkan dana sebesar Rp 6,08 miliar untuk membantu pemulihan Langsa pascabencana. Dana ini diperuntukkan bagi korban terdampak, perbaikan rumah rusak, serta perbaikan fasilitas umum yang kritis. Distribusi dilakukan secara bertahap dan prioritas diberikan pada area yang paling parah terdampak.

    Dana bantuan ini juga mencakup anggaran untuk logistik, kebutuhan darurat, serta rehabilitasi fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dengan perencanaan matang, bantuan diharapkan dapat menjangkau semua warga yang membutuhkan secara merata. Setiap unit bantuan dicatat dan diawasi agar tidak terjadi penyalahgunaan dana.

    Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat terkait bekerja untuk memastikan proses distribusi berjalan transparan. Sistem pelaporan dan pendataan korban dibuat sedemikian rupa sehingga setiap rupiah dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat.

    Dampak Bantuan bagi Masyarakat Terdampak

    Dana sebesar Rp 6,08 miliar memberikan harapan baru bagi warga Langsa yang kehilangan rumah atau fasilitas vital akibat bencana. Banyak keluarga yang dapat memperbaiki rumah mereka sehingga dapat kembali beraktivitas normal. Bantuan ini juga mempercepat pemulihan sektor ekonomi, khususnya bagi pedagang dan usaha kecil yang terdampak kerusakan infrastruktur.

    Selain itu, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak segera diperbaiki sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah dan warga mendapatkan layanan medis dengan layak. Pemulihan fasilitas publik menjadi langkah penting untuk mengembalikan normalitas kehidupan masyarakat.

    Warga yang sebelumnya menghadapi kesulitan akibat kerusakan infrastruktur kini mulai merasakan manfaat nyata dari bantuan ini. Aktivitas sosial dan ekonomi perlahan kembali berjalan, dan masyarakat merasa didukung oleh pemerintah dalam menghadapi masa sulit pascabencana.

    Baca Juga: Viral! ABG Jambret Tas Di Banda Aceh Ditangkap Hanya Hitungan Jam

    Strategi Pemerintah dalam Pemulihan Pascabencana

    Bantuan Besar Langsa: Rp 6,08 Miliar untuk Pemulihan Korban Bencana

    Pemerintah menerapkan strategi bertahap dalam pemulihan Langsa. Tahap pertama difokuskan pada bantuan darurat, termasuk penyediaan logistik, tenda darurat, dan perbaikan akses jalan serta jembatan yang rusak. Fokus ini memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan masyarakat tetap aman selama proses pemulihan berlangsung.

    Tahap kedua adalah rehabilitasi dan rekonstruksi. Rumah dan fasilitas publik diperbaiki atau dibangun kembali agar lebih tahan terhadap bencana di masa depan. Peningkatan sistem drainase, penguatan bangunan, dan perbaikan fasilitas pendidikan menjadi prioritas dalam tahap ini.

    Tahap ketiga melibatkan monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Pemerintah daerah dan kementerian terkait memastikan setiap proyek pemulihan berjalan sesuai rencana dan dana digunakan secara efektif. Proses ini juga membantu menyiapkan Langsa agar lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.

    Peran Masyarakat dalam Pemulihan

    Masyarakat Langsa berperan aktif dalam proses pemulihan pascabencana. Warga terlibat dalam pembersihan material sisa bencana, perbaikan rumah, dan mendukung distribusi bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan. Gotong royong antarwarga mempercepat pemulihan dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masa sulit.

    Selain itu, warga ikut memberikan masukan kepada pemerintah terkait prioritas perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum. Partisipasi masyarakat membantu pemerintah memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak yang terdampak.

    Kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana juga meningkat. Banyak warga kini lebih peduli terhadap lingkungan dan sistem drainase, serta lebih siap menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemulihan yang berkelanjutan.

    Kesimpulan

    Dana bantuan pascabencana sebesar Rp 6,08 miliar di Langsa memberikan dorongan besar untuk pemulihan korban dan infrastruktur. Bantuan ini tidak hanya memperbaiki rumah dan fasilitas publik, tetapi juga memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

    Strategi bertahap pemerintah, mulai dari bantuan darurat hingga rehabilitasi dan monitoring berkelanjutan, memastikan setiap rupiah dimanfaatkan secara efektif. Partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong dan masukan langsung memperkuat keberhasilan pemulihan.

    Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan masyarakat, Langsa mampu pulih dari bencana lebih cepat dan menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan di masa depan. Bantuan besar ini menjadi simbol kepedulian dan komitmen pemerintah untuk mendukung warganya melalui masa-masa sulit pascabencana.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari Serambinews.com
    2. Gambar Kedua dari detik.com
  • Akhir Pelarian Pelaku! Dua Tersangka Pengeroyokan Ditangkap Polres Nagan Raya

    Bagikan

    Terbukti melakukan pemukulan terhadap korban, dua tersangka kasus pengeroyokan ditangkap Polres Nagan Raya, korban alami luka.

    Dua Tersangka Pengeroyokan Ditangkap Polres Nagan Raya

    Kasus tindak kekerasan kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Dua orang tersangka dalam perkara pengeroyokan akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Polres Nagan Raya setelah terbukti melakukan pemukulan terhadap korban. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi mengantongi cukup bukti serta keterangan saksi yang menguatkan perbuatan para pelaku.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Kronologi Pengeroyokan Terungkap

    Kasus pengeroyokan ini bermula dari adanya cekcok antara korban dan para pelaku. Peristiwa tersebut terjadi di salah satu lokasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Awalnya, pertengkaran hanya berupa adu mulut, namun situasi dengan cepat memanas hingga berujung pada tindak kekerasan fisik.

    Menurut keterangan kepolisian, kedua tersangka secara bersama-sama melakukan pemukulan terhadap korban. Korban dipukul menggunakan tangan kosong dan mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya. Aksi tersebut baru terhenti setelah warga sekitar melerai dan korban berhasil menyelamatkan diri.

    Setelah kejadian, korban segera melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut ke Polres Nagan Raya. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.

    Dua Tersangka Diamankan Polisi

    Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku pengeroyokan. Keduanya kemudian diamankan di lokasi yang berbeda tanpa perlawanan. Penangkapan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

    Saat diamankan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Barang bukti ini akan digunakan untuk memperkuat proses penyidikan dan pembuktian di persidangan. Kedua tersangka juga langsung dibawa ke Mapolres Nagan Raya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

    Pihak kepolisian menegaskan bahwa penangkapan ini dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Polres Nagan Raya juga memastikan tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan kekerasan yang meresahkan masyarakat.

    Baca Juga: Kemendikdasmen Bagikan 30.500 Paket Alat Sekolah Untuk Siswa Korban Bencana Sumatera

    Korban Alami Luka dan Trauma

    Korban Alami Luka dan Trauma

    Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Korban sempat mendapatkan perawatan medis guna memastikan kondisinya stabil dan tidak mengalami cedera serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

    Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Rasa takut dan cemas masih dirasakan korban setelah mengalami tindak kekerasan secara bersama-sama. Pihak keluarga korban pun berharap agar para pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

    Kepolisian memastikan bahwa hak-hak korban akan tetap dilindungi selama proses hukum berlangsung. Korban juga didorong untuk terus berkoordinasi dengan penyidik guna melengkapi berkas perkara dan memastikan kasus ini dapat diproses secara tuntas.

    Terancam Hukuman Berat

    Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman yang menanti para pelaku pun tidak ringan, mengingat aksi tersebut dilakukan secara bersama-sama dan mengakibatkan korban mengalami luka.

    Penyidik Polres Nagan Raya saat ini masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah jika ditemukan bukti baru selama proses penyidikan berlangsung.

    Polres Nagan Raya mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin dan tidak menggunakan kekerasan. Aparat kepolisian juga mengajak warga untuk segera melapor jika mengetahui adanya tindak kriminal di lingkungan sekitar demi menjaga keamanan bersama.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari Serambinews.com
    2. Gambar Kedua dari Berita-Badan Penghubung Pemerintah Aceh
  • Coba Kabur, DPO Kasus Perdagangan Orang Rohingya Di Langsa Ditangkap Kejati Aceh

    Bagikan

    Coba kabur dari penegak hukum, DPO kasus perdagangan orang Rohingya di Langsa akhirnya berhasil ditangkap Kejati Aceh.

    Coba Kabur, DPO Kasus Perdagangan Orang Rohingya Di Langsa Ditangkap Kejati Aceh 700

    Upaya pelarian seorang DPO kasus perdagangan orang Rohingya di Langsa gagal setelah Kejaksaan Tinggi Aceh berhasil menangkapnya. Penangkapan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemberantasan jaringan perdagangan manusia di wilayah tersebut.

    Langkah tegas Kejati Aceh ini juga menjadi pesan bagi jaringan kejahatan serupa bahwa pelaku tidak akan lepas begitu saja. Bagaimana kronologi penangkapan dan proses hukum yang akan dijalani DPO ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini .

    DPO Kasus Perdagangan Orang Berhasil Ditangkap Kejati Aceh

    Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh melalui Tim Tangkap Buronan (Tabur) berhasil menangkap seorang buronan kasus tindak pidana perdagangan orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

    Tersangka bernama Abdur Rohim Batu Bara bin Sulaiman Yunus (57), pensiunan TNI AD, warga Desa Kampung Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa. Penangkapan berlangsung pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 19.50 WIB di lokasi persembunyiannya di wilayah Seulalah Bawah, Kecamatan Langsa Kota.

    Momen penangkapan sempat diwarnai adu argumen antara terpidana dan petugas. Berkat kesigapan Tim Tabur, situasi berhasil dikendalikan dengan aman tanpa menimbulkan korban.

    Kronologi Kasus Perdagangan Orang

    Berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, Abdur Rohim terbukti secara sah membawa 20 warga negara asing pengungsi Rohingya keluar dari kamp pengungsian di Kota Lhokseumawe menuju Tanjung Balai, Sumatera Utara.

    Perbuatan ini dilakukan dengan menggunakan mobil Isuzu minibus dan imbalan Rp4,7 juta. Tindakan tersebut melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 55 ayat (1) KUHP, serta sejumlah peraturan lain secara subsidiair.

    Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan warga negara asing dan praktik perdagangan manusia yang meresahkan masyarakat. Tindakan cepat aparat diperlukan untuk menegakkan hukum dan memberi efek jera.

    Baca Juga: Bahaya Mengerikan di Aceh Timur, Lubang Raksasa Terus Meluas

    Hukuman Dan Status DPO

    Hukuman Dan Status DPO 700

    Dalam Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 32 K/Pid.Sus/2024 tanggal 24 Januari 2024, terpidana dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp120 juta, subsidiair tiga bulan kurungan.

    Namun, sebelum dieksekusi, Abdur Rohim menghilang sehingga ditetapkan sebagai DPO. Keberadaannya sempat menjadi buron dan pengawasan aparat kepolisian dan kejaksaan dilakukan secara intensif.

    Penangkapan ini menandai berakhirnya status buron terpidana. Setelah diamankan, ia langsung diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe untuk dieksekusi sesuai putusan pengadilan.

    Program Tabur Dan Penegakan Hukum

    Kejati Aceh menegaskan tidak ada tempat aman bagi buronan. Melalui Program Tabur, pihak kejaksaan terus melacak, mencari, dan menangkap seluruh DPO yang masih berstatus buron.

    Ali Rasab Lubis, Kasi Penkum Kejati Aceh, mengimbau para buronan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. Upaya ini menekankan komitmen kejaksaan dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

    Penangkapan Abdur Rohim menjadi bukti profesionalitas aparat penegak hukum. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi siapa pun yang mencoba menghindari proses hukum terkait tindak pidana perdagangan orang.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari aceh.tribunnews.com
    • Gambar Kedua dari shutterstock.com
  • Bandara Heboh! Penumpang Asal Aceh Ketahuan Bawa 1,9 Kg Sabu

    Bagikan

    Seorang pria asal Aceh kepergok membawa 1,9 kg sabu ke Jakarta saat hendak naik pesawat, petugas bandara berhasil menggagalkan penyelundupan.

    Penumpang Asal Aceh Ketahuan Bawa 1,9 Kg Sabu

    Upaya penyelundupan narkotika kembali berhasil digagalkan aparat keamanan di bandara. Seorang pria asal Aceh kepergok membawa narkotika jenis sabu seberat 1,9 kilogram saat hendak menaiki pesawat tujuan Jakarta. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa jalur udara masih menjadi sasaran sindikat narkoba untuk mengedarkan barang haram ke berbagai daerah.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Pengungkapan di Bandara

    Penangkapan pria asal Aceh tersebut terjadi saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap calon penumpang. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan paket mencurigakan yang kemudian diketahui berisi sabu dengan berat total mencapai 1,9 kilogram.

    Petugas langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses pengamanan berjalan kondusif tanpa mengganggu aktivitas penerbangan lainnya di bandara.

    Pihak keamanan bandara menyebutkan bahwa keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari kejelian petugas serta penerapan sistem pengawasan yang semakin ketat terhadap pergerakan penumpang.

    Modus Penyelundupan yang Digunakan

    Dalam kasus ini, pelaku diduga menggunakan modus penyamaran untuk mengelabui petugas. Sabu tersebut disembunyikan sedemikian rupa agar tidak mudah terdeteksi saat pemeriksaan awal.

    Aparat masih mendalami apakah pelaku bertindak sendiri atau merupakan bagian dari jaringan narkotika yang lebih besar. Modus pengiriman melalui jalur udara dinilai memiliki risiko tinggi, namun tetap kerap digunakan karena dianggap cepat.

    Penyidik juga menelusuri asal-usul barang haram tersebut serta tujuan akhirnya di Jakarta. Penelusuran ini dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba secara menyeluruh.

    Baca Juga: Mendagri Peringatkan Dana Rp10,6 T Untuk Aceh–Sumut–Sumbar Jangan Disalahgunakan

    Proses Hukum Terhadap Pelaku

    Proses Hukum terhadap Pelaku

    Setelah diamankan, pelaku langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

    Pelaku dijerat dengan pasal-pasal terkait tindak pidana narkotika, dengan ancaman hukuman berat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Aparat menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan narkoba.

    Proses hukum akan terus berlanjut hingga tahap persidangan. Aparat berkomitmen mengusut tuntas kasus ini untuk memberikan efek jera dan keadilan.

    Ancaman Narkoba bagi Masyarakat

    Kasus penyelundupan sabu ini kembali mengingatkan akan bahaya narkoba bagi masyarakat. Peredaran narkotika tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berdampak pada stabilitas sosial dan keamanan.

    Aparat menilai bahwa peredaran narkoba kerap menyasar generasi muda sebagai target utama. Oleh karena itu, pencegahan dan edukasi dinilai sama pentingnya dengan penegakan hukum.

    Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi juga menjadi faktor penting. Kerja sama antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Pengawasan Bandara Terus Diperketat

    Pihak berwenang memastikan bahwa pengawasan di bandara akan terus diperketat guna mencegah kasus serupa terulang. Teknologi pendeteksi dan peningkatan kapasitas petugas menjadi fokus utama.

    Koordinasi antarinstansi juga terus ditingkatkan, khususnya dalam pertukaran informasi intelijen terkait peredaran narkoba. Langkah ini dinilai efektif dalam mendeteksi potensi penyelundupan sejak dini.

    Dengan pengawasan yang ketat dan penindakan tegas, aparat berharap jalur udara tidak lagi menjadi pilihan empuk bagi sindikat narkotika. Keamanan transportasi publik menjadi prioritas utama.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari detikcom
    2. Gambar Kedua dari Suarasumut.id
  • |

    Banjir Landa Aceh, KBM Lumpuh, Masa Depan Pendidikan Terancam?

    Bagikan

    Banjir Aceh merusak sekolah dan mobiler siswa, membuat kegiatan belajar mengajar lumpuh dan mengancam masa depan pendidikan.

     Banjir Landa Aceh, KBM Lumpuh, Masa Depan Pendidikan Terancam?​

    Banjir di Aceh tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan sektor pendidikan. Sekolah terdampak menghadapi rusaknya mobiler siswa, tulang punggung kegiatan belajar mengajar. Situasi ini menuntut respons cepat untuk menjaga hak anak-anak Aceh mendapatkan pendidikan layak.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Aceh di bawah ini hanya ada di Aceh Indonesia.

    Inisiatif Cepat Pemulihan Pendidikan Pasca-Bencana

    Dinas Pendidikan Aceh menunjukkan respons yang luar biasa dalam menghadapi krisis ini. Mereka tidak menunggu proses pengadaan baru yang memakan waktu dan biaya besar, melainkan memilih jalur efisiensi dengan merehabilitasi mobiler sekolah yang masih layak pakai. Langkah ini merupakan bukti nyata keberpihakan dinas terhadap kelangsungan KBM.

    Inisiatif ini tidak hanya tentang penghematan anggaran, tetapi juga tentang menjaga ritme pendidikan agar tidak terhenti. Dengan sekolah yang cepat berfungsi kembali, semangat belajar siswa pasca-bencana dapat segera pulih. Anak-anak Aceh berhak kembali ke ruang kelas, belajar dengan nyaman, dan menatap masa depan tanpa hambatan sarana.

    Keputusan Dinas Pendidikan Aceh ini sekaligus menjadi contoh pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab. Dengan memperbaiki dan memanfaatkan kembali aset yang ada, mereka menunjukkan nilai penting keberlanjutan dan kepedulian terhadap fasilitas publik. Mobiler yang diperbaiki menjadi simbol bahwa keterbatasan dapat diatasi dengan inovasi.

    Dampak Positif Dan Pesan Moral

    Kebijakan rehabilitasi mobiler ini memberikan dampak positif yang signifikan. Selain memastikan KBM berjalan lancar, langkah ini juga mengajarkan siswa tentang ketangguhan, gotong royong, dan semangat bangkit dari bencana. Mereka diharapkan tidak merasa kekurangan atau rendah diri dengan kondisi sarana yang ada.

    Lebih dari itu, inisiatif ini menunjukkan pentingnya kehadiran negara di sektor pendidikan, terutama dalam kondisi darurat. Pendidikan tidak boleh menunggu. Ketika inisiatif berpihak pada anak didik, masa depan Aceh akan tetap memiliki harapan yang cerah dan berkelanjutan.

    Dinas Pendidikan Aceh membuktikan bahwa kecepatan dan ketepatan kebijakan adalah kunci. ​Dengan sigap memperbaiki mobiler yang rusak, mereka telah memulihkan kembali harapan bagi ribuan siswa di Aceh untuk melanjutkan pendidikan mereka tanpa jeda yang berarti.​

    Baca Juga: Warga Aceh Tengah Bertahan di Tengah Kegelapan, Listrik 43 Desa Masih Padam

    Efisiensi Anggaran Dan Komitmen Berkelanjutan

     Efisiensi Anggaran Dan Komitmen Berkelanjutan​

    Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa upaya rehabilitasi ini bertujuan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa harus menunggu pengadaan baru. “Barang yang masih bisa digunakan kita perbaiki dan manfaatkan kembali,” ujarnya, menegaskan komitmen terhadap efisiensi anggaran.

    Rehabilitasi ini merupakan bentuk komitmen terhadap pengelolaan aset pendidikan yang berkelanjutan. Dengan memaksimalkan penggunaan barang yang masih ada, dinas tidak hanya menghemat biaya tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan. Ini adalah langkah proaktif yang patut dicontoh.

    Murthalamuddin juga meninjau langsung proses rehabilitasi di beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga saat ini, sekitar 1.000 unit kursi dan meja yang rusak akibat banjir telah selesai direhabilitasi dan siap digunakan. Sebuah pencapaian yang membanggakan bagi pendidikan Aceh.

    Wajah Baru Pendidikan Aceh Pasca-Bencana

    Dengan inisiatif rehabilitasi mobiler, wajah pendidikan di Aceh perlahan pulih. Ruang kelas yang kembali fungsional akan menumbuhkan semangat belajar siswa. Ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi bencana, semangat untuk terus maju tidak pernah padam.

    Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi daerah lain yang mungkin menghadapi situasi serupa. Tanggap darurat di sektor pendidikan memerlukan strategi yang cerdas dan efisien. Fokus pada pemulihan cepat sangat penting untuk menjaga kesinambungan pendidikan.

    Dinas Pendidikan Aceh telah memberikan contoh nyata bahwa dengan inisiatif yang tepat, tantangan besar dapat diubah menjadi peluang. Pendidikan adalah investasi masa depan, dan memastikan kelangsungannya adalah prioritas utama.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Aceh Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari aceh.tribunnews.com
    • Gambar Kedua dari humas.acehprov.go.id